Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) pada 29 Agustus 2013 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kediri menggelar sosialisasi tentang tata cara pencalonan Walikota dan Wakil Walikota pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Kamis (14/03) kemarin.

Menurut Ketua KPUD, Drs. Agus Rofiq, tujuan dilaksanakannya sosialisasi guna memberikan pemahaman bagi para pengurus partai dan para calon independen yang nantinya akan mengusung para calon masing-masing, tentang mekanisme serta syarat-syarat yang diperlukan bagi setiap parpol pengusung calon.

“Tentunya diharapan dengan adanya sosialisasi seperti ini, para pengusung calon, bisa mengetahui berbagai tata cara atau mekanisme pencalonan,” ujar Drs. Agus Rofiq.
Acara yang berlangsung di Hall Cendrawasih Insumo itu, diawali sambutan singkat yang disampaikan oleh Kapolresta Kota Kediri, AKBP Ratno Kuncoro dan dilanjutkan dengan pemberian materi sosialisasi.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota kediri, Masrukin SH, M.Hum menjelaskan, dalam mengusung calon pada Pemilukada mendatang, setiap calon harus mengantongi akumulasi 15 persen dukungan suara. “Seperti halnya sebuah partai politik yang hanya memiliki dua kursi di DPRD Kota, wajib mendapat dukungan tambahan sebanyak tiga kursi dari partai lain baru bisa mengusung calon, untuk dapat memenuhi syarat minimal lima kursi untuk pencalonan dari Parpol maupun gabungan Parpol” terang Masrukin, SH, M.Hum.

Untuk calon perseorangan atau independent, lanjut Masrukin, harus memasukan daftar dukungan sebanyak 5 persen dari jumlah penduduk Kota Kediri yang saat ini sudah mencapai 212.412  jiwa berdasarkan data DP4 dari Kemendagri.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Pemkot Kediri, Asisten III, Ir. Haris Candra Purnama, sejumlah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), unsur TNI/Polri, pengurus parpol, LSM, tokoh agama, serta para tokoh masyarakat se-kota Kediri.