dok.media center. Anggota komisioner berikan berkas ke partai.
dok.media center. Anggota komisioner berikan berkas ke partai.

Meskipun sudah melalui tahap tes hesehatan, tetapi partai politik (parpol) masih bisa mengganti pasangan calon walikota maupun wakil walikota Kediri yang akan bertarung dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Kediri, 29 Agustus 2013 mendatang. KPU setempat memberikan) kesempatan proses bongkar pasang paselon selama satu minggu

” Di dalam tahapan, mulai tanggal 10-16 Juni 2013, KPU memberikan ruang kepada partai politik untuk melengkapi dan atau memperbaiki surat pencalonan, termasuk syarat calon atau mengajukan calon baru,” ujar Komisioner KPU Kota Kediri Mamnun, Senin (03/6/2013)

Sehingga, kata Mamnun, dimungkinkan parpol atau gabungan parpol pengusung melakukan usulan calon baru, sebagai pengganti nama-nama paselon yang kini telah mengikuti tes kesehatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Termasuk, menggantikan calon mereka mengalami persoalan kesehatan.

Kendati demikian, kata Mamnun, hingga hari ini belum ada parpol yang mengusulkan penggantian paselon mereka. KPU berharap parpol pengusung tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk mempersiapkan paselon terbaik mereka.

KPU Kota Kediri sendiri saat ini masih melakukan penelitian terhadap seluruh berkas pasangan calon walikota dan wakil walikota Kediri. Verifikasi berkas dukungan dilakukan hingga 9 Juni 2013 mendatang.

” Saat ini kita sedang memverifikasi seluruh keabsahan SK (Surat Keputusan) partai politik yang mengusung calon walikota dan wakil walikota. Kemudian pada tanggal 9 Juni mendatang akan kita beritahukan kelengkapan itu kepada seluruh parpol pengusung,” beber Mamnun.

Verifikasi dukungan dilakukan secara langsung ke pengurus partai pusat. KPU mendatangi satu per satu parpol pengusung. Kemudian meneliti keabsahan SK, struktur kepengurusan parpol yang ada di tingkat wilayah dan daerah.

Ada tujuh pasangan calon walikota dan wakil walikota Kediri yang sudah mendaftar ke KPU. Mereka antara lain, dua paselon independen Kasiadi-Budi Raharjo dan Imam Subawi-Suparlan serta lima paselon dari jalur parpol yaitu, Harry Muller-Ali Imron, Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibah, Samsul Ashar-Sunardi, Bambang Harianto-Hartono dan Arifuddinsyah-Jatmiko.(mc)