Anggota KPU Kota Kediri Sama Hudi SH, M.Hum
Anggota KPU Kota Kediri Sama Hudi SH, M.Hum

Dua orang calon walikota dan wakil walikota Kediri akan melaksanakan tes kesehatan ulang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, hari ini. Akibatnya, mereka harus membiayai sendiri kegaiatan tersebut.

” Mereka akan mengikuti tes pemantapan kesehatan ulang. Kesempatannya hanya sekali. Dan terkait biaya, masing-masing calon harus membiayai sendiri. Sebab, KPU hanya mengalokasikan anggaran untuk tes kesehatan reguler bersama-sama,” ujar Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Samanhudi, Rabu (05/6/2013)

Mereka adalah calon walikota Kediri Harry Muler dari Aliansi Lintas Parpol(ALP) dan Ki Sudjatmiko, dari koalisi partai Golkar dan Hanura. Keduanya telah mengikuti tes kesehatan reguler bersama pasangan calon lainnya, pada tanggal 28 dan 29 Mei 2013 lalu.

Samanhudi menambahkan, KPU tidak mengerti alasan tes pemantapan kesehatan tersebut, karena menjadi kewenangan pihak rumah sakit. Dirinya hanya mengetahui, jika kesempatan tes pemantapan kesehatan itu hanya diberikan sekali, itupun dengan biaya pribadi.

” Tes pemantapan kesehatan calon merupakan kewenangan dari pihak rumah sakit. KPU tidak mengerti alasannya. Apakah ada persoalan kesehatan dari calon yang bersangkutan atau merasa kurang puas dari hasil tes sebelumnya,” terang Samanhudi.

Medical check up paselon walikota dan wakil walikota Kediri sendiri melibatkan sebanyak 60 dokter. Sedangkan  hasilnya, baru bisa diketahui paling cepat dua minggu setelahnya. Hasil tes kesehatan merupakan final. Paselon tidak dapat membuat hasil pembanding dari rumah sakit lain. KPU bersama tim sukses paselon sudah membuat nota kesepakatan bersama ihwal keputusan itu.

Sementara itu, tujuh paselon walikota dan wakil walikota Kediri yang mengikuti tahapan tes kesehatan itu antara lain, Kasiadi-Budi Raharjo dan Imam Subawi-Suparlan dari jalur perseorangan serta lima paselon dari jalur parpol masing-masing, Harry Muller-Ali Imron, Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibah, Samsul Ashar-Sunardi, Bambang Harianto-Hartono dan Arifuddinsyah-Jatmiko.(mc)