Pasangan calon (paslon) walikota Kediri nomor urut satu Arifudinsyah-Sudjatmiko (AJI) tidak hadir rapat Validasi dan Persetujuan Nama & Foto Dalam Surat Suara di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (24/7/2013). KPU meminta jago dari Partai Golkar dan Hanura itu segera mengkonfirmasi.

Komisioner KPU Kota Kediri Samanhudi mengatakan, ketidakhadiran paslon AJI terjadi karena mis communication. KPU menerima informasi, jika paslon AJI berjanji akan segera datang.

” Pasangan AJI nanti sore pukul 16.00 WIB akan datang ke KPU. Karena ada mis komunikasi. Sebenarnya sudah diundang, sudah kita kontak langsung yang brsangkutan, dikira bisan diwakilkan,” ujar Samanhudi.

Rapat pleno berlangsung secara terbuka. Enam paslon walikota Kediri hadir bersama tim suksesnya masing-masing. Mereka menempati kursi yang sudah ditata KPU. Selain keenam paslon, hadir pula pejabat Desk Pilkada yang berasal dari unsur TNI, Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

KPU menyodorkan surat suara yang sudah dicetak kepada seluruh paslon yang hadir untuk divalidasi. Semua paslon mengoreksi baik gambar, beground, serta nama calon.

Dari hasil validasi tersebut, terdapat banyak perubahan, utama titel. Seperti, paslon PDI Perjuangan Bambang Harianto, SE. MM. Seharusnya, bertitel SE, MSi. Wakilnya Hartono, SH. Meminta agar diganti Hartono, SE.

” Pasangan nomor tiga, Im. Subawi, S.Ag dan Suparlan, SH. Meminta titelnya dihilangkan. Paslon nomor lima, Kasiadi dan Budi Raharjo (KasIbu) beground berwarna hijau minta supaya diganti, karena menganggap kurang cerah,” beber mantan Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Mojoroto

Paslon nomor urut enam, Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah, imbuh pria berlatar belakang hukum itu, menghendaki fotonya diganti. Mas Abu menganggap fotonya kurang pas, karena ketinggiannya tidak sama.

” Terakhir pasangan nomor urut tujuh, Drs. GE Harry, meminta agar ditambah titel H (haji) di setelah Drs,” imbuh Samanhudi.

KPU memberikan batas waktu validasi selama satu minggu. KPU baru mengirimkan surat suara ke mesin cetak setelah semuanya dinyatakan valid dan tidak ada lagi perubahan.

Perlu diketahui, ukuran surat suara Pilwali Kediri sudah ditetapkan berdasarkan peraturan KPU. Lima paslon berjajar horizontal diatas. Sisanya, tiga paslon berjajar dibawah.

Samanhudi menyebut, penataan tersebut berdasarkan azas kepatutan di dalam peraturan. Apabila pasangan berjumlah lima harus horizontal. Kata Samanhudi, semua itu sudah melalui proses dan konsultasi ke KPU Jawa Timur.(mc)

IMG-20130724-02243