Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri terus menjalani tahapan demi tahapan pemilihan walikota (pilwali) 29 Agustus mendatang. Salah satunya dengan menunjukkan bentuk kertas suara yang digunakan nanti.
Anggota komisioner KPU Kota Kediri Samanhudi mengatakan setelah melalui perbaikan, baik warna maupun pasangan calon, gelar sarja maupun warna serta desain, akhirnya semua menyepakati bentuk surat suara. “Semuanya sudah sepakat, hanya kemarin tinggal pasangan calon Mas Abu yang meminta agar warnanya dipertajam,” jelasnya, Sabtu (27/7).
Perbaikan lagi, kata Samsnhudi terletak pada pojok bawah, jika sebelumnya kosong, untuk kedepannya tetap diberi kotak dan diberi warna hitam. “Untuk pojok bawah yang kosong, nanti tetap diberi kotak dan diarsir warna hitam 50 persen,” jelasnya.
Diberi garis tepi pada masing-masing pasangan calon, kata Samanhudi, agar dalam pencoblosan nanti juga bias menentukan, mana suara sah dan mana suara yang tidak sah. “Garis tepi tepi tetap kita berikan, agar kita bisa menentukan, nyoblosnya itu dimana, itu untuk menentukan suara sah dan tidaknya,” jelasnya.
Pihak KPU mentargetkan, 1 Agustus surat suara sudah harus masuk ke percetakan dan sudah tidak ada perbaikan lagi. “1 Agustus sudah harus masuk percetakan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pilwali 29 Agustus mendatang, diikuti 7 pasangan calon. Yakni, pasangan nomor urut 1 Arifuddinsyah – Sudjamiko, nomor urut 2 Bambang Harianto – Hartono, nomor urut 3 Imam Subawi – Suparlan, nomor urut 4 Samsul Ashar-Sunardi, Nomor urut 5 Kasiadi-Budiraharjo, nomor urut 6 Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah dan nomor urut 7 Harry Muler – Ali Imron.
Komisioner KPU tunjukkan surat suara
Komisioner KPU tunjukkan surat suara