Kediri – KPU Kota Kediri menggelar  kampanye damai  dengan tujuh pasangan calon walikota dan wakil walikota. Sebelum tanda tangan deklarasi damai  juga diadakan kampanye keliling kota. Namun sayangnya dalam deklarasi damai ini diwarnai sedikit keributan karena saling ejek antar pendukung.

 

Awalnya pelaksanaan kampanye damai ini untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam pelaksanaan pilgub dan pilwali. Deklarasi kampanye damai ini diawali dengan penandatanganan kampanye damai yang dilakukan oleh tujuh pasangan calon.

 

Namun ditengah acara deklarasi damai terjadi sedikit keributan antar pendukung pasangan, sehingga membuat keadaan sedikit ribut, namun berkat kesigapan petugas kepolisian, keributan bisa diredam dan acara kampanye damai berjalan normal kembali.

 

Komisioner KPU  Kota Kediri Samanhudi berharap agar semua pihak melaksanakan kampanye dengan kepala dingin,  hingga akhir pelaksanaannya pilwali dan pilgub jatim.

 

Setelah penandatanganan kampanye damai akhirnya ketujuh pasangan kemudian melakukan konvoi mobil dengan keliling kota mengambil rute jalan-jalan protokol di kota Kediri.

 

Perlu diketahui  tanggal 29 Agusutus mendatang  kota Kediri menggelar pilkada memilih walikota dan wakil walikota , yakni paslon  Arifudinsyah- Soejatmiko (aji) , Bambang Harianto – Hartono (bahar), Imam Subawi-Suparlan (mapan), Samsul Ashar – Sunardi (sas), Kasiadi – Budi Rahardjo (kasiibu), Abdullah Abu Bakar -Lilik Muhibbah (mas abu-ning lik),  dan Harry Muller – Ali Imron  (hai). Serta berbarengan dengan pilihan gubernur  Jatim yang terdiri dari empoat calon , yakni Soekarwo-Saifullah-Yusuf , Eggi Sudjana-Sihat,Bambang DH-Said, serta Khofifah Indar Parawansa- Herman S Sumawiredja.

 

Foto terkait

 

 

Deklrasi kampanye damai tujuh pasangan calon walikota dan wakil walikota Kediri.