Hari ini KPU Kota Kediri mulai melakukan pelipatan surat suara untuk Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Kediri. Dari pengerjaan pelipatan surat suara tersebut melibatkan sekitar 50orang  tenaga.

Menurut anggota Komisioner KPU Kota Kediri Samanhudi, jumlah surat suara Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Kediri yang akan dilipat sekitar 202 ribu lebih, ditambah dengan 2,5 persen jumlah DPT.

“ untuk surat suara pilwali sudah datang dan kita hari ini sudah siap melipat, sementara untuk surat suara pilgub masih belum datang, mungkin besok,” kata Samahudi.

Untuk keterlambatan distsribusi surat suara Pilgub karena lebih pada kendala teknis distribusi. Karena KPU Propinisi mendahulukan distribusi surat suara yang daerah estimasi jaraknya jauh .

“ Adanya keterlambatan dari Kpu Propinsi karena proses distribusi  mendahulukan lokasi yang jangkauannya jauh. Untuk surat suara pilwali kita dahulukan karena sudah ada dan memang perlu cepat untuk disortir karena surat suara sudah ada,” kata Samahudi

Pelipatan  surat suara sendiri melibatkn 50 orang warga luar dan diawasi oleh tujuh pengawas dari anggota KPU Kota Kediri, Kepolisian dan anggota Panwaslu.

Sementara untuk upah tenaga pelipat, KPU  sudah menganggarkan upah Rp.150  untuk satu surat suara dan dipotong pajak yang telah ditentukan.

“ Kalau ada surat suara yang gambar tak jelas, tulisan yang rusak dan kertas sobek atau berlubang harus disingkirakan atau dtidak dipakai,” terang Samahudi saaat memberikan penjelasan didepan puluhan tenaga pelipat.

Ada aturan yang diberlakukan KPU Kota Kediri soal tenaga pelipat, diantaranya tenaga pelipat tidak boleh membawa peralatan yang dapat merusak kertas suara selama proses pelipatan dan untuk tenaga pria dilarang merokok serta mentaati peraturan yang diberlakukan KPU Kota Kediri.

Foto terkait :

Mojoroto-20130819-00256

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mojoroto-20130819-00259