Guna menekan angka golput saat Pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Walikota Kediri, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan sosialisasi di eks lokalisasi Semempir Kota Kediri, Selasa (20/8).

 

Dalam sosialisasi sekaligus simulasi tersebut, anggota KPU Kota Kediri Zaenal Arifin lebih menitik beratkan pada tanya jawab pada para penghuni eks lokalisasi. Seperti menanyakan waktu pencoblosan maupun jumlah serta nama-sama pasangan calon walikota kediri maupun calon gubernur Jawa Timur. “Ibu-ibu, ada berapa jumlah pasangan calon gubernur jawa timur,” tanya Zaenal dihadapan peserta sosialisasi.

 

Setelah banyak yang tidak paham, baru pihak KPU memberikan penjelasan tentang waktu pencoblosan dan nama-nama pasangan calon gubernur dan pasangan calon walikota kediri.

 

Usai memberikan sosialisasi, Zaenal mengatakan, sosialisasi terus dilakukan dengan mendatangi kelompok-kelompok maupun organisasi untuk memberikan pemahaman pentingnya memilih kepala daerah dan memberikan penjelasan tentang tata cara memilih, nama-nama pasangan calon dan waktu pencoblosan. “Kita akan terus melakukan sosialisasi ke beberapa kelompok-kelompok, mulai kelompok pelajar, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemasyarakatan dan juga penghuni eks lokalisasi seperti yang kita lakukan saat ini, agar mereka tanggal 29 Agustus mendatang mau mendatangi TPS,” ujarnya.

 

Selain mendatangi kelompok-kelompok, kata Zaenal, pihaknya juga menggelar ledang keliling kampung untuk mengajak masyarakat memberikan hak suaranya dalam Pilgub dan pilwali. “Segala upaya kita lakukan untuk menekan angka golput dalam pilwali dan pilgub mendatang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Lia salah satu penghuni eks lokalisasi mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi dari pihak KPU. Pasalnya, selama ini dia tidak begitu mengenal semua pasangan calon gubernur maupun calon walikota. Hanya beberapa pasangan calon saja yang kenal. “Dulunya yang kenal hanya Pak Samsul dan Pak Karwo. Setelah ada sosialisasi ini, saya baru mengenal semua pasangan calon gubernur maupun pasangan calon walikota,” jelasnya.