Debat publik para kandidat waliota dan wakil walikota Kediri sabtu malam (24/08) berjalan lancar, meskipun dalam sesi debat para pasangan saling menghujani pertanyaan visi misi serta program yang dibawa.

Acara debat public kandidat ini merupakan bagan dari acar kampanye parapasangan yang berisi pemaparan visi misi, program pemerintahan serta ajang untuk menguji intelejensi kandidat, program yang dibawa kelak, serta solusi masalah, dan sikap para kandidat kelak jika terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Kediri untuk mewujudkan kesejateraan dan kekurangan yang ada di Kota Kediri.

Secara keseluruhan, ada 4 sesi dala acara debat public ini, dimana pada sesi pertama, masing-masing pasangan calon diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi, sesi kedua, setiap pasangan calon berhak memberikan pertanyaan kepada salah satu pasangan calon yang telah ditunjuk panitia, sesi ketiga pertanyaan dari para fanelis ke 7 pasangan calon, dan sesi ke 4, masing-masing pasangan calon diberi kesempatan menyimpulkan rumusan visi dan misi.

Semenatara pada sesi ke 3, tiga panelis yang dihadirkan dalam debat kandidat ini berasal dari kalangan akademisi yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang menanyakan seputar solusi dan langkah kongkrit yang diambil oleh para kandidat dalam menyelesaikan berbagai masalah dan persoalan yang tertuang dalam program kerja masing-masing.

Dalam debat kandidiat ini pengamanan sangat ketat. Sekitar 300 personil disiapkan oleh kemanan kepolisian kota Kediri. Meski sempat memanas, namun secara keseluruhan acara debat public para kandidat ini berjalan lancar dan tertib dengan diakhiri jabatan tangan seluruh kandidat.