Sebanyak 90 aparat gabungan dari TNI dan Polri siaga di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri, Selasa (27/8/13) pagi. Puluhan petugas dikerahkan untuk mengamankan rencana aksi unjuk rasa menuntut mundur Pilwali Kediri yang sedianya digelar, pada 29 Agustus 2013.

” Kita siagakan 90 personil dari TNI dan Polri. Semua sudah bersiap di Kantor KPU Kota Kediri,” ujar Kabag Ops Kompol Sudarto ditemui di KPU

Sesuai informasi yang diperoleh Polres Kediri Kota, aksi unjuk rasa akan digelar oleh massa perwakilan beberapa pasangan calon walikota Kediri. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang. Massa menuntut penundaan Pilwali Kediri.

Terpisah, Anggota KPU Kota Kediri Masrukin mengatakan, berdasarkan amanat Undang-undang No 12/2008 pasal 235 ayat 2, Pilwali Kediri harus diselanggarakan bersama dengan Pilgub Jawa Timur, 29 Agustus 2013.

” Apabila dalam Pilihan Gubernur, Pilihan Bupati atau Pilihan Walikota dalam satu daerah sama, kemudian jabatannya kepala daerah berakhir dalam 90 hari. Harus diselenggarakan tanggal dan bulan sama,” tegas Masurkin

” Pilkada hanya bisa ditunda apabila terjadi bencana alam dan Ceos. Atau pasal 235 UU No 12/2008 itu dicabut melalui gugatan Mahkamah Konstitusi (MK). Itupun waktunya harus jauh sebelum ini,” tutup Masrukin.