Munculnya permasalahan usia pencoblosan pilwali Kota Kediri kemarin, membuat KPU harus bertindak tegas. Adanya tuntutan dari pihak tertentu yang meminta agar dilakukan penghitungan ulang.

 

Menurut Ketua KPU Agus Rofiq penghitungan ulang tidak bisa dilakukan, sebab penghitungan yang di TPS yang disaksikan semua pihak adalah sudah sah. Meskipun muncul desakan yang dilayangkan ke KPU Kota Kediri, namun KPU bersikukuh tidak akan melakukan hitung ulang meskipun surat suara tidak sah sekalipun.

 

“ kita bekerja tidak atas desakan dari pasangan tertentu, namun kita bekerja untuk masyarakat dan sesuai dengan aturan serta perundangan yang mengatur kerja KPU,” ujar Agus Rofiq.

 

Kalau ada masukan dari para pasangan, kita akan  akomodir semuanya. Sebab semua punya hak dan suara yang sama. Ada  setuju atau tidak setuju kita akomodir. Semua mempunyai hak untuk kita perlakukan setara, lanjut ketua KPU.

 

Sesuai aturan, penghitungan ulang bisa dilakukan jika para saksi dari para pasangan menyetujui, namun apabila ada yang tidak setuju maka penghitungan ulang tidak bisa dilakukan,terang Agus Rofiq.

 

“ Semua asli dan sama. Tdk ada yang berubah, Alhamdulillah akhirnya pihak yang semula merasa dirugikan akhirnya bisa menyadari,” ungkap Agus Rofiq.

 

Untuk diketahui, surat suara absah sesuai mekanisme direkap dari tingkat PPS, PPK dan selanjutnya KPU akan menerima hasil dari PPK paling lambat tanggal 2 September 2013 untuk rekap dan ditetapkan. Selanjutnya KPU akan melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil suara pasangan calon dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangi dan dibuat keputusan hasil relapitulasi rekap suara dan menetapkan pasangan terpilih sekitar tanggal 3-5 september 2013.