Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menerima aspirasi pendukung pasangan calon (paslon) walikota Kediri Samsul Ashar-Sunardi (SAS) . KPU berjanji akan membawa tuntutan relawan SAS ke rapat pleno KPU.
“ Negara kita adalah demokrasi. Negara yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Kita terima aspirasi saudara-saudaraku sekalian. Kita akan membawa aspirasi saudara di rapat pleno nanti, untuk saya lanjutkan dalam proses selanjutnya,” teriak Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Zaenal Arifin, saat menerima para demonstran di depan Kantor KPU Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri, Seasa 10 September 2013.
Dosen Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri itu juga menyatakan, sudah menerima tembusan surat gugatan Tim Pemenangan SAS ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan, dia membacakan isi surat itu yang berisi sejumlah tuntutan terhadap Pilihan Walikota (Pilwali) Kediri yang telah terselenggara, 29 Agustus 2013 lalu itu.
“ Isi tuntutan di dalam surat itu, satu KPU harus menyatakan kepada masyarakat bahwa Polwali Kediri dalam sengketa di MK. Pukul 13.00 WIB ini kita sidang di MK.  Dua KPU harus melarang kelompok masyarakat mengklaim menang dalam Pilwali Kediri. Ini akan kita sampaikan kepada pimpinan. Dan ketiga, taati keputusan MK. Kita akan tunggu hingga 13 hari lagi,” beber Zaenal Arifin.
Relawan SAS yang berjumlah ratusan mendatangi Kantor KPU. Aksi ini sudah yang ketiga kalinya. Kali ini, mereka mengatasnamakan diri Forum Pendukung SAS dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ikatan Pemuda Kediri (IPK). Demonstran menuntut Pilwali Kediri diulang dan menantang Ketua KPU Agus Rofiq melakukan sumpah pocong.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian. Polres Kediri Kota menyiagakan sebanyak 250 personil, dari Satuan Brimob dan Polsek jajaran. Selain itu, juga sebuah mobil barier (pembawa kawat berduri) dan satu mobil water canon di depan Kantor KPU.
Massa sempat berupaya merangsek masuk ke Kantor KPU. Mereka kecewa karena tidak segera ditemui. Tetapi pihak kepolisian sigap untuk menghadang. Sampai akhirnya, Zaenal Arifin, anggota komisioner KPU pokja sosialisasi keluar untuk menemui.
Zaenal Arifin menyambut baik kedatangan massa dan berjanji untuk membawa aspirasi mereka ke rapat pleno. Iktikad baik Zaenal mendapat tanggapan positif dari massa. Sehingga demonstran menghadiahi keranda mayat kepadanya, sebagai bentuk rasa terima kasih. Setelah itu, massa membubarkan diri dan meninggalkan KPU. (mc)