Pasca di keluarkanya PKPU no 5 Tahun 2014  Tentang perubahan atas PKPU no 26 Tahun 2013 tentng pemungutan dan perhitungan suara di TPS, yang intinya mengakomodir hak pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya di daerah asal, maka dapat memilih di TPS lain dengan mengurus Form A5 terlebih dahulu dan nantinya akan dimasukkan kedalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).  Adapun orang yang diperbolehkan mengurus pindah memilih menurut PKPU no 5 tahun 2014 adalah :

  1. Menjalankan tugas di tempat lain pada hari dan tanggal Pemungutan Suara
  2. Menjalani rawat inap di rumah sakit atau Puskesmas
  3. Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan
  4. Tugas belajar
  5. Pindah domisili, dan
  6. Tertimpa bencana alam.

Santri yang berasal dari daerah yang tidak  sempat pulang ke daerah asalnya pada hari pemungutan suara  dapat mengurus form A5 yaitu form Pindah memilih di KPU Kota Kediri hingga H-10. “Namun untuk menjamin kebenaran data pemilih yang ingin pindah memilih maka hal ini harus diurus langsung oleh yang bersangkutan “ Ungkap Mamnun Komisioner KPU Kota Kediri. Sampai H-13 Menjelang pemilu sudah ratusan orang yang mengurus pindah memilih yang kemudian akan dipencar berdasarkan Kelurahan domisili mereka saat ini.

Kamis (27/03) Beberapa orang santri yang mengaku pengurus Pondok Pesantren di Kota Kediri meminta KPU Agar memnambah pelayanan A5 dikantor KPU Kota Kediri, pasalnya pelayanan ini dianggap lamban, sementara itu Nurul Mamun menegaskan bahwa keterbatasan SDM di KPU kota Kediri serta beban kerja yang tinggi menyebabkan KPU hanya membuka 3 loket pendataan, “namun apabila terjadi lonjakan jumlah pemilih yang akan mengurus A5 maka KPU akan menyiapkan lebih banyak loket lagi” Tambahnya.