DSC_2833

Kediri (10/06), KPU Kota Kediri melanjutkan rangkaian silaturahmi menuju Partai Gerindra Kota Kediri. Seperti kunjungan sebelumnya, Gus Rofiq bersama seluruh komisioner KPU Kota Kediri membawa serta jajaran sekretariat yakni sekretaris beserta empat kasubbagnya. Kedatangan tim KPU Kota Kediri disambut langsung oleh Ketua Partai Gerindra Kota Kediri yakni Pak Huda Salim, beserta jajaran pengurus partainya.

Sesi pertama kegiatan dimulai dengan perkenalan seluruh jajaran pengurus partai gerindra kota Kediri, dilanjutkan dengan perkenalan jajaran KPU Kota Kediri. Dalam sambutannya, Gus Rofiq menyatakan bahwa kunjungan Silaturahmi yang dilakukan KPU Kota Kediri ini adalah dalam rangka membangun komunikasi yang baik dengan seluruh partai politik di Kota Kediri. Hal ini dilakukan agar satu sama lain dapat saling kenal, saling mengerti dan memahami antara pihak pelayan (KPU) dengan yang dilayani dalam hal ini yakni partai politik.

Menyambung sambutannya Gus Rofiq juga menginformasikan bahwa bahwa kemungkinan tahapan pemilu 2019 akan dilaksanakan lebih awal dari pada tahapan Pilkada 2018. Mengacu pada proses tahapan pemilu 2014 dimana tahapan dimulai 22 bulan sebelum hari H, maka bisa dimungkinkan tahapan pemilu 2019 dimulai pada bulan juni 2017. Oleh karenanya, waktu satu tahun adalah waktu yang tidak terlalu lama bagi partai politik untukk mulai melakukan pemanasan agar segala sesuatu menjadi lancer manakala tahapan verifikasi partai mulai dilaksanakan.

Menyambut prakata dari Gus Rofiq, Pak Huda Salim mengucapkan terima kasih banyak atas kesediaan yang dari KPU Kota Kediri meluangan waktu melakukan kunjungan silaturahmi ke partai Gerindra kota Kediri. Sebagai informasi bahwa atas himbauan dari Ketua Pembina Partai Gerindra, agar pengurus partai disetiap tingkatan untuk segera memiliki kantor permanen. Dan  hari ini, dimana  jajaran KPU Kota Kediri diterima dalam kegiatan silaturahmi adalah gedung baru yang akan menjadi kantor permanen bagi kegiatan partai gerindra kota Kediri.

Suasana silaturahmi semakin interaktif manakala Gus Rofiq mempersilahkan kepada jajaran partai gerindra membuka sesi diskusi. Diantara tema diskusi yang mengemuka kali ini adalah menyangkut, kepastian hari H Pilkada 2018, ambang batas pemilu, serta sistem pemilu 2019.

Menjawab tentang kepastian Pilkada 2018, Gus Rofiq menyampaikan bahwa seperti yang termaktub dalam UU No 08 tahun 2015, Pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan kisaran Juni 2018. Selanjutnya sebagai konsekuensi pelaksanaan pemilu 2019 dimana Pileg dan Pilpres diselenggarakan bersamaan Maka sangat dimungkinkan akan ada 5 kotak suara di TPS pada pelaksanaan pemungutan suara nantinya.

Menanggapi pertanyaan berikutnya tentang ambang batas pemilu dan sistem pemilu 2019, Gus Rofiq mempersilahkan Pak Nurul Mamnun selaku Divisi Hukum, SDM dan pengawasan untuk menjawab. Menurut Pak Mamnun, kepastian aturan ambang batas pemilu baik electoral threshold, maupun parlemantarian threshold sangat tergantung dari UU paket pemilu yang akan dihasilkan oleh DPR. Sebab KPU sebagai lembaga penyelenggara hanya sebagai pelaksana Undang-undang. Sampai hari ini isu yang beredar terkait pembahasan UU Pemilu masih menyangkut  tentang gagasan sistem proporsional tertutup diberlakukan kembali. Namun apakah poin itu akan dimasukkan dalam revisi UU Pemilu, tentu kita hanya bisa menunggu drafnya. Sebagaimana kita ketahui aturan tersebut sudah pernah diberlakukan dan rentan juga untuk di judicial review lagi di MK.

Terkait kemungkinan penambahan dapil dalam pemilu 2019, pak mamnun menambahkan,  sangat tergantung dari berapa jumlah DAK yang akan dikeluarkan oleh kemendagri dan tentu saja sangat tergantung dari perubahan aturan penentuan Dapil itu sendiri pada pemilu 2019 diberlakukan.

Selain pertanyaan terkait sistem pemilu, dari jajaran partai gerindra juga menyampaikan saran agar KPU dalam menyelenggarakan sosialisasi pemilu dapat menjangkau hingga ke basis-basis kelompok masyarakat. Menanggapi hal tersebut Ibu Iva Divisi Sosialisasi, dan Pengembangan informasi menyampaikan bahwa ke depan KPU akan mencoba mengalokasikan anggaran sosialisasi hingga tingkat basis dengan membentuk relawan demokrasi, sehingga sosialisasi dapat menjangkau lebih luas dan dalam ke masyarakat.

Bu Puspo dalam tanggapan berikutnya menyampaikan masalah DPT tak kalah krusial dalam berbagai tahapan yang dilalui dalam pemilu. Oleh karenanya dirinya berharap ada sinergi antara parpol dengan KPU dalam rangka memastikan DPT. Dari sisi partai politik itu bisa dilakukan dengan cara partai politik ikut serta dalam memastikan konstituennya telah terdaftar dalam DPT lebih dini.

Di penghujung acara. Gus Rofiq menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas diterimanya jajaran KPU Kota Kediri dalam lawatan kali ini. Tak lupa beliau mempersilahkan bagi siapa saja partai politik untuk berkunjung ke KPU Kota Kediri, baik dalam rangka mencari informasi maupun diskusi tentang kepemiluan. Akhirnya, kunjungan silaturahmi kali ini ditutup dengan foto bersama diantara jajaran Partai Gerindra Kota Kediri bersama KPU Kota Kediri