Kediri,(24/8) KPU Kota Kediri laksanakan pengkajian PKPU yang menjadi kegiatan rutin dua mingguan  pada Subbagian Hukum. Kali ini pembahasan yang dikupas adalah PKPU Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Seperti biasa acara di ikuti oleh seluruh Komisioner, Sekretaris, Kasubag dan seluruh staf namun kali ini Ketua KPU tidak bisa hadir karena harus menghadiri undangan.

xAcara dimulai pada pukul 9.00 dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pengarahan oleh Nurul Mamenun.M.Pd.I selaku Divisi Hukum. Menurut Mamenun PKPU Nomor 4 Tahun 2015 ini merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan Pemilu karena DPT merupakan masalah yang sangat krusial sehingga perlu untuk dikaji secara seksama, berdasarkan pengalaman Pemilu 2013 yang lalu banyak hal yang perlu diperbaiki dan dilakukan perubahan mengenai DPT sehingga pada Pemilu yang akan datang bisa lebih baik lagi.

Dalam hal ini Divisi Perencanaan dan Data yang menjadi narasumber yaitu Anis Iva Permatasari yang didampingi Moch.Wahyudi. Pemutakhiran Data dan Data Pemilih inilah yang sering mengalami permasalah sehingga perlu adanya penanganan yang ekstra. Dalam paparannya Moch.Wahyudi menjelaskan bahwa sebenarnya pada PKPU Nomor 4 Tahun 2015 ini ada 7 point penting yang harus dibahas, yaitu DP4, DPS, PPDP, DPTB1, DPTB2, SIDALIH dan DPPH, acara dikemas dengan dialog interaktif sehingga banyak sekali bermunculan pertanyaan baik itu yang merupakan suatu masukan – masukan ataupun kritikan mengenai apa saja yang perlu kita perbaiki dan kita lakukan sebagai penyelenggara Pemilu dalam mensukseskan Pilkada, dan dari masukan tersebut akan diakomodir untuk dijadikan bahan pertimbangan pada pelaksanaan Pemilu pada Tahun 2018 yang akan datang.(HN)