Perempuan sebagai penyelenggara pemilu masih sangat sedikit jumlahnya dibandingkan laki-laki, walaupun keterlibatan perempuan dalam anggota lembaga penyelenggara dijamin regulasi (UU No. 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu). UU tersebut dalam Pasal 6 Ayat 5 dan Pasal 72 Ayat 8 menyatakan keharusan menyertakan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam lembaga penyelenggara pemilu.

Namun fakta menunjukkan jumlah perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu baik di KPU maupun Bawaslu masih jauh dari amanah UU. Jumlah perempuan sebagai anggota KPU dan Bawaslu tidak mencapai 30%. Di tingkat nasional, hanya ada satu perempuan yang terpilih sebagai anggota KPU dan anggota Bawaslu periode 2012-2017. Di tingkat provinsi, jumlah perempuan yang menjadi anggota KPU secara keseluruhan tidak mencapai 30%. Jumlah perempuan sebagai anggota KPU hanya 34 perempuan (20%) dari total 172 anggota KPU. Sedangkan jumlah perempuan yang menjadi anggota Bawaslu hanya 19 perempuan (19%) dari total 102 anggota Bawaslu.

Data menunjukkan bahwa salah satu penyebab kondisi tersebut sangat rendahnya jumlah perempuan yang mendaftarkan diri dalam proses seleksi KPU dan Bawaslu dibandingkan pendaftar laki-laki. Dalam proses seleksi, jumlah perempuan yang sedikit ini kemudian semakin jauh berkurang karena tidak lolos tahapan-tahapan seleksi. Dalam kaitan dengan hal tersebut, Puskapol (Pusat Kajian Politik – Departemen Ilmu Politik) FISIP UI dengan dukungan IFES Indonesia akan menjalankan program Peningkatan Partisipasi Perempuan di KPU RI dan Bawaslu RI. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang mendaftar dalam proses seleksi calon anggota KPU RI dan Bawaslu RI periode 2017-2022. Program ini menargetkan 100 perempuan potensial dari tiga wilayah/zona (Sumatera Utara dan sekitarnya; Jawa Timur dan sekitarnya; dan Sulawesi Selatan dan sekitarnya). Kegiatan utama program ini adalah pelatihan selama 4 hari (di bulan September 2016), yang kemudian ditindaklanjuti dengan mendaftarnya peserta program sebagai calon anggota KPU RI dan Bawaslu RI.

Dua Komisioner KPU Kota Kediri telah dinyatakan lolos pada tahap penjaringan perempuan potensial sebagai calon peserta pelatihan. Tahap penjaringan ini merupakan proses seleksi lanjutan untuk dapat menjadi peserta pelatihan program Peningkatan Partisipasi Perempuan di KPU RI dan Bawaslu RI. Kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 5-8 September 2016 di Surabaya akan diikuti oleh 33 peserta yang dinyatakan lolos. Dua diantaranya adalah Ibu Anis Iva Permatasari dan Ibu Pusporini Endah Palupi.
Bu Pusporini Indah Palupi yang didatangi tim pemberitaan di meja kerjanya menyatakan “Kami siap mengikuti pelatihan termasuk konsekuensi nantinya mendaftar pada seleksi calon anggota KPU RI dan Bawaslu RI. Meskipun kami tidak berani mentargetkan lolos tapi ilmu dan pengalaman yang akan Kami dapatkan pasti akan luar biasa dan Kami berharap bisa mengaplikasikannya pada kegiatan Kami di KPU Kota Kediri ini.” (IVA)