Dengan semakin majunya teknologi saat ini, banyak hal bisa dikerjakan lebih mudah dengan menggunakan alat elektronik yang didukung aplikasi yang tertanam didalamnya, penjual dan pembeli tak perlu bertemu untuk melakukan transaksi, transfer uang juga tidak perlu lagi datang ke teller Bank, bahkan mengerjakan pekerjaan kantor yang perlu untuk dikerjakan bersama juga tidak harus duduk bersama dalam satu forum, cukup dengan sharing document, semua itu bisa dilakukan dengan sistem berbasis elektronik dengan dukungan jaringan internet.

untitled1

Konsep jaringan internet dengan alat elektronik ini bisa diterapkan dalam banyak hal, demikian juga pada tahapan Pemilu juga akan sangat terbantu jika menggunakan konsep jaringan data ini. Sebut saja e-updating misalnya, proses update data pemilih yang sudah berjalan, bisa dilakukan secara online diakses oleh KPU Kab/Kota se-Indonesia, sehingga diperoleh data yang cukup bagus terkait perubahan data pemilih. Lebih luas lagi, pengembangan e-updating data pemilih bisa diakses oleh petugas pemutakhiran data, yang langsung terjun kelapangan melakukan pencocokan data. Jika mereka diberikan akses pada data pemilih secara online melalui smartphone misalnya, tentu tidak diperlukan lagi sistem pelaporan berjenjang tentang jumlah pemilih, perubahan alamat pemilih, kematian maupun penambahan karena usia, yang dihasilkan dari pekerjaan coklit ini, karena data sudah terekap secara online, pada server KPU, selaku penyelenggara Pemilu.

E-updating juga bisa diterapkan ketika verifikasi Parpol, dengan memberikan akses data anggota parpol secara online, sehingga akan sangat jelas, jika terjadi pencatutan nama atau KTP seseorang yang tidak merasa menjadi anggota Parpol tertentu. Bahkan bisa teridentifikasi secara jelas, nama-nama seseorang yang diklaim sebagai anggota beberapa Parpol dalam waktu yang bersamaan.

untitled

Selain e-updating, konsep e-counting, seharusnya juga bisa mempermudah dalam tahapan Pemilu, pada tahapan perhitungan suara misalnya, jika saja KPPS pada setiap TPS diberikan hak untuk memberikan laporan hasil perhitungan suara pada TPS nya, secara online dengan aplikasi yang mudah (user friendly), tentu ini juga akan memangkas pekerjaan dan proses yang panjang. Proses perhitungan hanya akan dilakukan di TPS, dan hasilnya akan terekap di semua jenjang, mulai dari PPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU RI. Sehingga dengan konsep e-counting ini, ketika hari – H pemungutan suara, diharapkan pada hari yang sama akan diperoleh hasilnya, siapa saja yang mendapatkan suara terbanyak.

Baik e-counting maupun e-updating merupakan konsep yang tepat untuk diterapkan saat ini, mengingat akses informasi bagi masyarakat umum semakin mudah, layanan internet juga sudah cukup memadai, terlebih lagi di wilayah kota, banyak sekali ditemukan di lokasi tertentu yang memberikan layanan akses internet gratis. Sudah saatnya sistem berbasis kertas dan dokumen, diubah menjadi sistem berbasis elektronik.

UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pada pasal 5 ayat 1, berbunyi “Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah”, sudah cukup dijadikan dasar hukum yang kuat, untuk menggunakan sistem berbasis elektronik less paper (mengurangi penggunaan kertas), tentunya hal itu harus didukung dengan UU tentang Pemilu dan PKPU yang mengatur secara rinci proses penerapan e-updating dan e-counting. (zen)