ilustrasi-kpu-dok-solopos

Kediri- Logistik ex Pemilu berupa formulir maupun Surat Suara adalah dokumen negara yang tidak memiliki nilai guna sekunder. Akan tetapi barang-barang tersebut tidak dapat langsung dimusnahkan, sebab harus menunggu Jadwal Retensi Arsip yang dikeluarkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Logistik eks Pemilu dan Pilkada biasanya memerlukan gudang penyimpanan di gudang yang baik supaya tidak lekas rusak dan aman dari ancaman kehilangan.

Suroto, Sekretaris KPU Kota Kediri saat ditemui di kantornya Selasa (25/10) menyatakan bahwa KPU Kota Kediri telah memiliki sebuah gudang penyimpanan seluas 216 meter persegi yaang dibangun pada tahun 2007 silam. “Untuk gudang kami, memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menampung logistik, namun demi keamanan dokumen-dokumen eks pemilu, kami perlu melakukan rehab gudang supaya lebih representatif” ujarnya. “Gudang yang kami miliki saat ini berlantaikan plesteran semen biasa, ini perlu kami regab dengan kami tingkatkan dengan lantai keramik dan dipasang plint supaya temperatur lantai bisa lebih stabil untuk menyimpan dokumen eks pemilu” ungkapnya. “Kami mengusulkan ke KPU RI untuk pemasangan lantai gudang seluas 216 meter persegi dan pemasangan plint sepanjang 68 meter, dengan kebutuhan dana mencapai 27 juta, harapan kami KPU RI dapat merealisasikan usulan kami ini supaya gudang KPU Kota Kediri lebih representatif” rinci Suroto sekalugus mengakhiri kalimatnya. (SUB)

[facebook][tweet]