Agus Rofiq, Ketua KPU Kota Kediri (berpeci), memberikan materi dalam kegiatan Belajar Bersama KPU Kota Kediri (26/10) di Ruang Pertemuan KPU Kota Kediri. (SUB)
Agus Rofiq, Ketua KPU Kota Kediri (berpeci), memberikan materi dalam kegiatan Belajar Bersama KPU Kota Kediri (26/10) di Ruang Pertemuan KPU Kota Kediri. (SUB)

Kediri-Gelaran “Sinau Bareng” atau Belajar Bersama yang dilaksanakan oleh KPU Kota Kediri pada Rabu (26/10) yang dihadiri oleh Komisioner dan Sekretriat KPU Kota Kediri, kali ini mengupas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016. Kegiatan periodik yang dilaksanakan sebulan 2 kali ini yang menjadi pemateri adalah Drs.H.Agus Rofiq selaku Ketua KPU Kota Kediri sekaligus Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Para Peserta mengikuti Kegiatan Belajar Bersama
Para Peserta mengikuti Kegiatan Belajar Bersama (SUB)

Dari pembahasan tersebut ada beberapa hal yang dijadikan DIM oleh KPU Kota Kediri yaitu :
 Pasal 5 (APK diserahkan kepada Parpol atau Paslon setelah atau sebelum di pasang);
 Pasal 12 (Relawan yang terdaftar atas nama Perseorangan atau Kelompok) ;
 Pasal 13 (Diusulkan kepada peserta Kampanye supaya menyediakan tempat penitipan anak untuk menghindari pelanggaran aturan dalam kampanye yang melarang melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanye);
 Pasal 26 ayat 2 ( pemasangan stiker pada transportasi umum apakah diperbolehkan);
 Pasal 28 ( Dalam pasal ini terdapat multi tafsir sehingga perlu adanya penjelasan yang lebih detail tentang APK yang mana KPU memfasilitasi pembuatan dan pemasangan APK sebagaimana dalam pasal 5 ayat ( 3) huruf c. Yang perlu ditanyakan adalah bagaimana Teknis Pemasanganya dll;
 Pasal 39 ayat 3 ( apakah APK yang dipasang berasal dari APK yang sudah ada atau membuat yang baru lagi).

whatsapp-image-2016-10-26-at-14-07-25

Pendalaman pemahaman terakait Peraturan ini akan dilanjut pada pertemuan berikutnya. “Ternyata dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 ini memerlukan waktu yang lebih panjang dari yang kami perkirakan, dan akan kami cocokan juga dengan meneliti Rencana Anggaran Biaya Pilwali 2018 nanti, sehingga harapannya dalam Pilwali 2018 kami sudah memiliki modal pemahaman terkait regulasinya dengan baik” ucap Gus Rofiq, sapaan akrab Agus Rofiq. KPU Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan Belajar Bersama ini secara rutin setiap hari Rabu.(HN)

[facebook][tweet]