Suasana Pertemuan Umat Beragama di Kota Kediri yang dilaksanakan pada Jumat (11/11) di Ponpes Al-Amien Rejomulyo.
Suasana Pertemuan Umat Beragama di Kota Kediri yang dilaksanakan pada Jumat (11/11) di Ponpes Al-Amien Rejomulyo.

Kediri- KPU Kota Kediri dalam pelaksanaan kegiatan Pemilu tentu tidak bisa melepaskan diri dari keterlibatan sejumlah stakeholder. Salah satu stakeholder yang cukup penting adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Salah satu upaya saling menjaga hubungan antar lembaga adalah pelaksanaan pertemuan Silaturrahmi antara FKUB/PAUB – PK bersama Forpimda, instansi pemerintah dan swasta, ormas keagamaan, peraguruan tinggi, serta pimpinan ponpes se Kota Kediri yang dilaksanakaan di Pondok Pesantren Al-Amien Rejomulyo Kediri pada Jumat (11/11). KPU Kota Kediri dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Suroto, Sekretaris KPU Kota Kediri.

Dlam Pertemuan tersebut, Komisaris Polisi Andik Gunawan, Wakapolres Kota Kediri menghimbau kepada umat beragama di Kota Kediri untuk tetp menjaga kondusifitas daerah pasca unjuk rasa besar-besaran 4 Nopember 2016 di Jakarta dan daerah-daerah di Indonesia. “Polres Kediri Kota siap melayani segenap aduan masyarakat, jika sekiranya ada yang perlu dilaporkan, sehingga tidak perlu unjuk rasa ke Jakarta jika sekiranya ada hal pelanggaran, cukup di Polres saja tentu akan kami proses” ungkapnya.

Sementara itu, KH. Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amien menyampaikan bahwa di negara kita siutasinya agak hangat. “Menghangatnya situasi ini karena penyebaran informasi melalui media sosial yang begitu cepat, sehingga kit harus hati-hati dalam membagikan informasi melalui media sosial, karena bisa membuat suasana kerukunan terganggu” ungkapnya. “Kejadian unjuk rasa 4 Nopember lalu hendaknya menjadi pelajaran kepada siapa saja baik itu pemimpin maupun masyarakat, bahwa kita harus menjaga ucapan kita, karena jika ada orang yang tidak suka bisa direkam, lalu disebarkan dan menjadi masalah sosial politik” tambahnya. “Saya mengajak kepada seluruh umat beragama untuk saling menghormati dan saling menjaga hubungan baik antar umat beragama, karena masalah agama cukup sensitif jika ada yang mengusik, selain itu, kita juga harus menjaga hubungan baik ekonomi di masyarakat, yng pengusaha jangan serakah, kaya boleh, tapi jangan serakah, karena kita memiliki pedoman Ekonomi Pancasila dalam bernegara” himbau Gus War, sapaan KH. Anwar Iskandar. (SRT)