Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri (15/09) melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil walilkota Kediri 2018 kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan di Kota Kediri dengan menghadirkan narasumber Eko Sasmito Ketua KPU Prov. Jawa Timur. Turut diundang dalam kegiatan sosialisasi tahapan Pilwali 2018 ini adalah para pimpinan partai politik, jajaran aparatur Pemerintah Kota Kediri mulai dari kelurahan, kecamatan hingga perwakilan organisasi masyarakat.

Mengawali Kegiatan sosialisasi kali ini, KPU Kota Kediri melaunching sekaligus melaksanakan prosesi serah terima hadiah lomba maskot dan jingle Pilwali Kota Kediri 2018. Eko Sasmito selaku Ketua KPU Prov. Jawa Timur mendapat kehormatan untuk memberikan hadiah secara simbolik kepada para pemenang Lomba Maskot Pilwali Kediri 2018, sedangkan Agus Rofiq selaku Ketua KPU Ketua Kediri didaulat untuk menyerahkan hadiah Lomba Jingle Pilwali Kediri 2018 kepada masing-masing pemenang.

Dalam sambutannya Agus Rofiq menungkapkan bahwa penyelenggaraan rangkaian tahun politik pada periode kali ini adalah yang terberat dbandingkan dengan periode sebelumnya, sebab sebagaimana diketahui Pilwali kali ini akan berbarengan dengan Pemilu gubernur, sedangkann ditahun berikutnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif sudah pasti diselenggarakan serentak dengan Pemilu Presiden dan wakil Presiden 2019. Oleh karenanya, Agus Rofiq memohon do’a restu kepada seluruh masyarakat Kota Kediri agar dapat mengemban amanah yang begitu berat berat agar dapat berjalan lancar serta berharap kondusifitas masyarakat kota kediri dapat tetap terjaga.

Sementara itu, Eko Sasmito Narasumber kali ini mengungkapkan bahwa Pilkada Kota Kediri akan diselenggarakan pada Juni 2018, bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Timur bersama  sejumlah 18 Kabupaten/Kota lainnya.

Menurut dia, ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam penyelenggaraan Pilkada 2018 mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian.ada sejumlah hal yang membedakan antara Pilkada 2018 dengan Pilkada sebelumnya. “Ada perbedaan aturan dengan Pilkada sebelumnya. Pemilih harus berbasis KTP elektronik, dan penyelenggara (PPS, PPK, dan KPPS) yang sudah dua kali melakukan pemilu sudah tidak boleh lagi. Artinya kita harus rekrut orang-orang baru yang belum pernah menyelenggarakan,” katanya. Terdapat empat agenda krusial dalam Pilkada 2018, yakni pemutakhiran data pemilih, penjaringan calon kepala daerah, rekrutmen panitia penyelenggara, dan anggaran.

sebagaimana dikateahui Peluncuran tahapan Pilwali Kediri 2018 ini dilakukan setelah KPU Kota Kediri telah menetapkan SK KPU Kota Kediri tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2018.