Surabaya – Logistik pasca Pemilu/Pemilihan manakala berdasar penilaian sudah melewati masa retensi arsip, harapannya sebelum mendekati hari H pemungutan suara Pilkada serentak 2018 sudah dilakukan proses penghapusan atau pemusnahan. Dalam hal ini logistik yang dihapus  tersebut selain surat suara termasuk  kotak dan bilik suara berbahan karton/kardus dan bahan aluminium yang kondisinya sudah rusak, perlengkapan suara dan dukungan kelengkapan lainnya.   Sehingga keberadaan eks barang logistik tersebut sudah  tidak menjadi persoalan  lagi saat pilkada 2018 nanti.

Untuk  mengetahui jumlah dan kondisi riil logistik berupa kotak dan bilik suara baik yang berbahan kardus maupun dari aluminium,  yang ada di KPU kabupaten/kota, sekaligus untuk mempersiapkan penyelenggaraan PILGUB jatim 2018, hari Selasa (19/9/2017) bertempat Kantor KPU provinsi jawa timur seluruh  Anggota KPU (Devisi Keuangan dan Logistik) dan Sekretaris kabupaten/kota di undang oleh Ketua KPU Provinsi Jatim agar kab/kota mempresentasikan kesiapan serta melaporkan kondisi logistik berupa kotak dan bilik suara yang ada, juga menyampaikan hasil evaluasi terhadap penghapusan surat suara yang telah dilakukan. Ketua KPU prov jatim menekankan bahwa salah satu permasalahan kotak dan bilik yang  hingga saat ini belum klir, menjadikan KPU belum bisa mendapatkan penilaian WTP. Oleh karena itu  perlunya sinkronisasi antara laporan jumlah dan kondisi kotak/bilik suara dengan kondisi riil yang ada.

Sedang berdasar hasil evaluasi terkait kegiatan penghapusan/ pemusnahan logistik pasca pemilihan/pemilu  oleh Ibu Sisin (Devisi Keuangan, Umum dan Logistik) kpu prov jatim disampaikan,   bahwa dalam Tahap Persiapan dijumpai adanya permasalahan antara lain: hasil koordinasi kpu kab/kota dengan tiap lembaga lain mempunyai penafsiran yang berbeda-beda, sehingga prosesnya menjadi lambat; pengadaan sarana prasarana yang belum teranggarkan (contoh pembelian karun, sak dan plastik) sehingga mengakibatkan kondisi fisik logistik tidak terawat dengan baik; Masih dijumpai adanya data yang belum valit, karena kondisi barang yang sudah hancur, rusak dimakan rayap dll.

Kemudian  evaluasi pada Tahap Pelaksanaan: hampir tidak ada permasalahan dalam prises lelang, karena tidak ada yang melaporkan dan mempermasalahkan atas hasil lelang. Dan evaluasi pada Tahap Penyelesaian, dijumpai ada permasalahan yaitu pemenang lelang tidak punya gudang, sehingga surat suara tidak segera diambil; harapannya kedepan manakala proses lelabg selesai, pemenang lelang harus segera mengambilnya dan  agar segera membayar atas hasil lelang. Acara diakhiri pemaparan dari Bank Mandiri terkait tatacara transaksi anggaran PILGUB 2018 yang akan ditransfer ke kab/kota. (srt)