Kediri, KPU Kota Kediri menerima Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 untuk alokasi anggaran Kota Kediri. Penerimaan RKB tersebut bersamaan dengan kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di aula pertemuan KPU Provinsi Jawa Timur pada senin(2/10).

Bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran,  Suroto selaku sekretaris KPU Kota Kediri menandatangani berita acara serah terima nomor; 62/PP.01.3-BA/35/Sek-Prov/X/2017 yang mana dalam berita acara tersebut memuat alokasi anggaran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 untuk Kota Kediri senilai Rp. 1.320.253.444,- . Suroto menyampaikan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk 7 dari 26 komponen anggaran diantaranya adalah komponen sosialisasi, verifikasi dan rekapitulasi calon perseorangan, pengadaan dan distribusi logistik, Bimtek, Evaluasi dan pelaporan, Pembentukan TPS, Pengelolaan logistic serta honorarium pokja dan PPDP.

“ Karena pelaksanaan pemilihan di Tahun 2018 untuk Kota Kediri berbarengan dengan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, maka alokasi anggaran PIlgub 2018 untuk Kota Kediri lumayan kecil dibandingkan dengan daerah lain yang tidak berbarengan. Dari alokasi angaran 1,3 milyard tersebut, alokasi yang paling besar adalah pada komponen honorarium Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) senilai 290,4 Juta dengan estimasi jumlah petugas sebanyak 484 orang. Walaupun nilainya tidak sebesar daerah lain, KPU Kota Kediri pasca Menerima RKB ini siap action melaksanakan Pilgub 2018” ungkap Suroto.

Drs. Suroto, M.Si Sekretaris KPU Kota Kediri menandatangani surat Rencana Kebutuhan Biaya (RKB)

Suroto juga menambahkan bahwa ada kemungkinan beberapa komponen anggaran tidak akan diserap seperti sewa gudang dan honor kelompok kerja. Hal itu disebabkan KPU Kota Kediri telah mempunyai gudang yang representative dan adanya batasan pejabat setingkat eselon tiga maksimal hanya bisa menyerap honor 5 pokja tiap bulan. Selain itu juga ada himbauan dari Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur bahwa pelaksanaan anggaran Pemilihan berbasis efisiensi dan efektifitas, sehingga tidak harus semua anggaran diserap.

Perlu diketahui bahwa dalam pelaksanaan pemilihan serentak tahap tiga di tahun 2018, KPU Kota Kediri melaksanakan dua kali pemililihan, yaitu Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri Tahun 2018. Pelaksanaan yang bersamaan tersebut memunculkan kesepakatan adanya sharing anggaran dalam pelaksanaan pemilihan, sehingga terjadi efisiensi anggaran. Pemilihan Walikota dan Wakil walikota Kediri dikisaran angka 1,2 M yang diantaranya digunakan untuk Kelengkapan TPS dan honor petugas pemuktahiran data Pemilih. (Yud)