Jakarta – Kegiatan Bimtek dan Simulasi Logistik Pemilu/Pemilihan  yang diselenggarakan KPU RI untuk gelombang I dilaksanakan selama 3 hari (16-18/10/2017) bertempat di grand mercure jakarta dan diikuti sebanyak 377 peserta dari 9 KPU Provinsi dan KPU kab/kota.  Penyelenggaraan bimtek ini dimaksudkan agar nantinya seluruh satker  memahami terhadap kebutuhan logistik  mulai dari proses perencanaan, pengadaan hingga proses  pendistribusian logistik. Acara yang sedianya akan dibuka oleh Ketua KPU RI, karena waktunya bersamaan dan harus siaga menerima  pendaftaran parpol maka acara pembukaan  bimtek  logistik ini dibuka oleh Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi (devisi perencanaan keuangan dan logstik). Dalam sambutan pengarahannyaPak Pramono menyampaikan bahwa sukses  penyelenggaraan pemilu atau pemilihan itu tidak hanya sukses dari  teknis saja, tetapi juga harus sukses dari sisi administrasi dan  juga tatakelola keuangannya.

Logistik bukan hanya sekedar pelengkap dalam penyelenggaraan pemilu/pilkada.  Tapi pengelolaan logistik yang baik dan benar menjadi sangat penting untuk mendukung sukses penyelenggaraan pemilu/pemilihan. Mana mungkin logistik tidak penting?Surat Suara bisa diconver menjadi perolehan suara. Demikian ucap Pramono.  Selanjutnya  ditekankan  dan harus menjadi perhatian pula bahwa mulai dari proses perencanaan, pengadaan hingga  pendistribusian, logistik harus tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat sasaran.

KPU sudah berbenah dan  mulai memperkenalkan tata kelola logistik dengan system aplikasi modern, mulai dari proses pengadaannya hingga distribusinya. Penggunaan system modern seperti Silog, E-Catalog  ini semua dimaksudkan agar memudahkan system kerja kita, kita bekerjasekaligus bisa memperlancar tugas-tugas . Mengakhiri sambutan  pengarahannya pak Pramono berharap agar para pengelola logistik tidak ada yang terkena masalah hukum. Laksanakan pengelolaan logistik dengan benar sesuai ketentuan. Demikian ucapnya.