Kediri – KPU Kota Kediri melaksanakan Rapat koordinasi persiapan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018. Rakor tersebut dilaksanakan di Keboen Rodjo Resto kediri. Rakor dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Kediri beserta sekretariat, perwakilan IDI Kota Kediri dr. Edy Supriyanto Spb, MMRS, perwakilan dari BNN Kota Kediri Duhia Rosyida, dan perwakilan HIMPSI Jawa Timur Kristika S. dan Inneke Yuliana. Tujuan Rakor tersebut adalah untuk menilai kesehatan bakal pasangan calon yang diajukan parpol atau perseorangan yang memenuhi syarat mampu secara jasmani dan rohani,

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2016 dan PKPU 15 tahun 2017. KPU Kota/Kab berkoordinasi dengan pengurus IDI, BNN, dan HIMPSI daerah untuk membentuk tim pemeriksa kesehatan yang terdiri atas ; dokter, ahli psikologi, dan pemeriksa bebas penyalahgunaan narkotika. Tim pemeriksa terdiri atas ketua yang dipilih dari anggota tim, dan anggota.

KPU Kota Kediri menetapkan rumah sakit pemerintah daerah atau pusat di daerah berdasarkan rekomendasi IDI pusat dengan keputusan KPU Kota Kediri. Berdasarkan rekomendasi IDI pusat menyarankan untuk memilih rumah sakit dengan tipe “A”. Namun, menurut dr. Edy Supriyanto Spb, MMRS rumah sakit di Kota Kediri tidak ada yang bertipe “A”.

“Rumah sakit di Kota Kediri tidak ada yang bertipe “A”, kebanyakan masih bertipe “B”. Namun, jika IDI pusat merekomendasikan untuk memilih rumah sakit tipe “A” maka yang ada adalah Rumah Sakit DR. Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang.” ungkap Edy Supriyanto.

Setelah melakukan diskusi kurang lebih selama 1,5 jam belum bisa menentukan rumah sakit mana yang akan ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan kesehatan. Rakor tersebut menghasilkan kesimpulan sebagai berikut; KPU Kota Kediri akan membuat MoU dengan instansi terakait, ; KPU Kota Kediri akan menunggu IDI Kota Kediri setelah mempertimbangkan banyak aspek.