Kediri – KPU Kota Kediri melaksanakan Bimtek pemutakhiran data pemilih Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri di Ballroom Grand Panglima Resto (15/12). Bimtek ini dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Kediri serta sekretariat dan jajaran, Bahri Ali Samsul Kasi Pindah Datang Dispendukcapil, PPK dan PPS seluruh Kota Kediri.

Agus Rofiq selaku Ketua KPU Kota Kediri memberikan sambutan sebagai penanda acara Bimtek dimulai. Agus Rofiq mengucapkan rasa terimakasih kepada tamu unddangan yang menyempatkan hadir ke acara Bimtek meskipun Kediri sedang diguyur hujan lebat, serta mengajak belajar bersama tentang pemutakhiran data pemilih. “kami tidak akan menggurui hadirin, tapi belajar bersama tentang pemutakhiran data”. tutur Ketua KPU Kota Kediri tiga periode ini. “Banyak hal yg harus kita dibenahi, agar DPT Kita menjadi hal yg bisa membanggakan di depan publik. Karena sampai skrg masih menjadi cemoohan. Masih banyak PR PR yg harus kita benahi. Seperti penyakit, sudah diobati namun balik lagi.”lanjutnya mengakhiri sambutan.

Bahri Ali Samsul selaku Kasi Pindah Datang Dispendukcapil menyampaikan materinya
Anis Iva Permatasari selaku Komisioner KPU Kota Kediri Divis Perencanaan dan Data (Rend) menyampaikan materinya

 

Agus Rofiq selaku Ketua KPU Kota Kediri menyampaikan materinya

Selanjutnya Bahri Ali Samasul selaku Kasi Pindah Datang Dispendukcapil Kota Kediri menyampaikan materinya. Pak Bahri sapaab akrabnya menyampaikan bahwa KTP-el sebagai identitas tunggal. “Dasar hukum KTP UU Nomor 23 Th 2006 berubah menjadi UU 24 Tahun 2013.”ujar Bahri. Bahri Ali Samsul menyampaikan bahwa pemerintah memberikan identitas dengan tujuan menyediakan data dan informasi kependudukan secara nasional, Guna mewujudkan data yang valid dan akurat makan diperlukan penegasan untuk warga yang belum memiliki. “Banyak warga masyarakat yg belum melakukan perekaman, belum lagi ditambah yang mau berusia 17 tahun.”tutur Bahri Ali Samsul. “Maka dari itu kami melakukan jemput bola ke SLTA di seluruh Kota Kediri, dan untuk perekaman orang yg sakit kami dari disependuk capil langsung mendatangi secara door to door.”sambungnya.

Selanjutnya Anis Iva Permatasari selaku Komisioner KPU Kota Kediri divisi Perencanaan dan Data (Renda) meyampaikan materi tentang pemutakhiran data pemilih. “Sumber kita itu dari Kemendagri, dan Kemendagri memperoleh data dari Dispendukcapil daerah. Lalu Kemendagri menyerahkan data tersebut ke KPU RI.”jelas Anis Iva Permatasari. Ibu Ivas sapaan akrabnya juga menyampaikan syarat pemilih. “syaratnya masih seperti di PKPU sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah menikah dan terdaftar di DPT.”tutur Bu Iva. Anis Iva permatasari juga menyampaikan mengenai PPDP. “PPDP nanti diangkat dan diberhentikan oleh KPU, tetapi atas usulan keputusan PPK dan PPS.”terang Anis Iva Permatasari.

Pemateri terakhir pada acara Bimtek ini adalah Agus Rofiq selaku Ketua KPU Kota Kediri. Gus Rofiq sapaan akrabnya mengawali materinya dengan mengajak peserta Bimtek menyerukan yel-yel. “KPU… Jaya… Pilkada…. Sukses… Yang nyobloss…. Joossss!!!.” seru semua peserta Bimtek memeriahkan acara malam itu. Agus Rofiq menyampaikan sasaran sosialisasi sebelumnya ada lima segmen sekarang bertambah satu segmen yaitu segmen netizen atau masyarakat  dunia maya. Sosialisasi minimal ada dua hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat  yaitu, pertama masyarakat yang belum mempunyai KTP-el untuk segera melakukan perekaman, dan mengenai Pilkada serentak 2018. “Karena hal tersebut sebagai penyelamat hak politik masyarakat.”ujar Agus Rofiq. “Masyarakat harus tahu pemilihan yang akan datang masyarakat akan memilih walikota dan gubernur, sehingga masyarakat  akan mendapat dua surat suara.”lanjutnya. Moment sosialisasi yang dapat dilakukan oleh PPK dan PPS adalah pada saat coklit pemutakhiran data pemilih, serta pada saat KPPS membagikan c6. Agus Rofiq mengakhiri materinya dengan sangat menyenangkan dengan memberikan beberapa bait pantun yang membuat suasana Bimtek semakin ramai. “Nang Jakarta tuku Bubur…. Nek nang Gempol tukuo keong….Tahapan Pilkada ora ngerti libur…Ati-ati kecantol bojone uwong.”tutup Agus Rofiq mengakhiri materinya disambut gelak tawa peserta Bimtek yang hadir.