Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri melaksanakan acara sosialisasi dan penyuluhan pedoman teknis tata cara kamanye pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018 (25/1), bertempat di Aula Kecamatan Kota. Acara ini dihadiri Komisioner KPU Kota Kediri beserta staff dan jajaran, ketua atau perwakilan Panwaslu Kota Kediri, ketua atau perwakian partai politik peserta Pilwali 2018, perwakilan Polres Kediri Kota, Ketua Kesbangpol Kota Kediri, dan stake holder lain yang terkait.

Nurul Mamenun Komisioner KPU Kota Kediri divisi hukum sebagai moderator membuka acara tersebut. Nurul Mamenun menyampaikan rasa terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir, serta menyampaikan tujuan acara ini dilaksanakan. “Acara ini dilaksanakan untuk memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai aturan main dalam kampanye Pilwali 2018,”ujar Nurul Mamenun. “Kampanye tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, contohnya seperti calon walikota dan wakil walikota yang masih menjabat harus mengambil cuti atau dalam kata lain incumbent,”pungkasnya. Selanjutnya Nurul Mamenun menyerahkan Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri untuk menyampaikan materi inti pada acara tersebut.

Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri memaparkan materinya sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri Nomor : 38/HK.03.1-Kpt/3571/KPU-Kot/IX/2017 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri Tahun 2018, sebagai dasar hukum materinya yang disampaikan. Agus Rofiq mengupas tuntas mengenai apa-apa saja yang harus dipatuhi dalam melakukan kampanye untuk nantinya. “Ada metode kampanye yang akan difasilitasi oleh KPU Kota Kediri seperti debat publik atau debat antar pasangan calon. Hal-hal yang akan difasilitasi selain itu adalah alat peraga kampanye, iklam media massa cetak dan media massa elektronik. Jika ada paslon yang melakukan kampanye terhadap apa sudah difasilitasi oleh KPU Kota Kediri akan dikenakan sanksi,”jelas Agus Rofiq. Untuk pelaksanaan kampanye sendiri Agus Rofiq menyampaikan bahwa paslon bisa menujuk tim kampanye, organisasi penyelenggara kegiatan kampanye, pihak lain, dan relawan. Namun, semua itu harus didaftarkan ke KPU Kota Kediri dengan tembusan Panwaslu Kota Kediri dan dari pihak kepolisian. “Untuk materi kampanye harus disampaikan dengan sopan, bijaksana, mendidik, dan tidak ada unsur yang bisa menimbulkan konflik,”terang Agus Rofiq. Selain itu, Agus Rofiq membedah apa-apa saja yang terkandung Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri Nomor : 38/HK.03.1-Kpt/3571/KPU-Kot/IX/2017 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri Tahun 2018. Pelaksanaan kampanye sendiri akan dilaksanakan tiga hari setelah penetapan pasangan calon peserta Pemilihan sampai dengan dimulainya masa tenang.