Kediri – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menghadiri acara Rakor (Rapat koordinasi) penyamaan persepsi pelaksanaan kampanye dalam Pilkada serentak 2018 yang diadakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kediri, bertempat di Lotus Garden Hotel Kota Kediri (7/2). Acara Rakor tersebut dihadiri oleh Panwaslu Kota Kediri, Komisioner KPU Kota Kediri, Kepal Kesbangpol Kota Kediri, Kepala Satpol PP Kota Kediri, perwakilan Polres Kediri Kota, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq dalam acara tersebut memberikan materi terkait kampanye. “Hari dan tanggal kampanye yaitu tanggal 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018. Kalau dihitung 150 hari termasuk dengan hari besar,”jelas Agus Rofiq. Terkait dengan kampanye, KPU Kota Kediri telah menyiapkan APK (Alat Peraga Kampanye) dan BK (Bahan Kampanye). “APK yang diberikan berupa baliho, umbul-umbul, dan spanduk. Namun, paslon dapat menambah jumlah APK tersebut sesuai dengan peraturan KPU, sejumlah 8 buah tiap item yang saya sebutkan tadi,”ucap Agus Rofiq.”

Selain hal tersebut, Agus Rofiq juga menyampaikan mengenai desain dan materi untuk APK dan BK bahwa, desain dan materi dibuat oleh parpol atau gabungan parpol. Bahan Kampanye(BK) berupa selebaran,brosur/leaflet, pamlet, dan poster. “Desain dan materi untuk APK dan BK tersebut sudah kami infokan kepada parpol dan gabungan parpol bahwa desain dan materi sudah harus diserahkan kepada KPU Kota Kediri tanggal 9 Februari 2018 untuk diplenokan dan jika dianggap sudah layak akan langsung dicetak oleh vendor,”terang Agus Rofiq.

Larangan Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) menurut PKPU  No. 4 Tahun 2017 Tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Walikota dan Wakil Walikota. Alat Peraga Kampanye dilarang berada di ; tempat ibadah termasuk halaman; rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan; gedung milik pemerintahan; dan lembaga pendidikan (gedung dan sekolah).

Agus Rofiq juga memaparkan mengenai kampanye dalam bentuk kegiatan lain, seperti rapat umum, kegiatan kebudayaan, kegiatan olahraga, perlombaan, kegiatan sosial, dan kampanye media sosial.”untuk kampanye melalui media sosial, akun media sosial yang digunakan harus dilaporkan kepada KPU Kota Kediri dengan surat tembusan dari Panwaslu Kota Kediri dan Polres Kediri Kota,”tandas Agus Rofiq mengakhiri materinya.