Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri melaksanakan acara uji publikblik usulan penataan Dapil dan alokasi kursi DPRD Kota Kediri dalam Pemilu 2019, Jumat (9/2) malam. Acara dilaksanakan di Granada Panglima Resto Kediri. Acara tersebut dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Kediri beserta sekretariat dan jajaran, perwakilan parpol calon peserta Pemilu 2019, perwakilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kediri, perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri, perwakilan Polres Kediri Kota, dan Akademisi.

Acara dibuka dengan sambutan Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri. Agus Rofiq menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran tamu undangan. Agus Rofiq juga menyampaikan tujuan acara tersebut dilaksanakan. “KPU Kab/Kota pada pertengahan Februari diminta untuk mengusulkan penataan dapil yang diserahkan ke KPU RI,” ujar Agus Rofiq. “Sebelum mengusulkan kita diharuskan untuk melakukan uji publik, dengan tujuan apakah draft usulan sudah sesuai dengan peraturan. Jika dirasa draft yang disusun sudah sesuai KPU minta izin untuk mengusulkan ke KPU RI,”tandasnya mengakhiri sambutan sekaligus sebagai tanda bahwa acara telah resmi dibuka.

Selanjutnya, Pusporini Indah Palupi Komisioner KPU Kota Kediri divisi teknis memaparkan materinya mengenai penataan Daerah pilih (Dapil) dan alokasinya. Bu Puspo sapaan akrabnya menyampaikan bahwa alokasi kursi di Kota Kediri paling sedikit 22 kursi dan paling banyak 55 kursi. Penataan Dapil sendiri menurutnya ada beberapa prinsip yang digunakan, antara lain kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan. “Berhubungan dengan prinsip tersebut KPU Kota Kediri memiliki usulan penataan Dapil dan alokasi kursi anggota DPRD Kota Kediri Pemilu 2019 seperti berikut, Dapil 1 Kecamatan Kota alokasi kursi sebanyak 9, Dapil 2 Kecamatan Pesantren sebanyak 9 kursi juga, dan Dapil 3 Kecamatan Mojoroto sebanyak 12 kursi,” terang Pusporini Indah Palupi. Acara dilanjutkan dengan diskusi dengan para tamu undangan.