Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, selasa (13/2) malam, sukses melaksanakan rapat pleno terbuka dalam rangka pengundian nomor urut pasangan calon dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018 yang disiarkan langsung oleh Dhoho TV. Bertempat di Gedung IKCC Kota Kediri dengan mengundang sekitar kurang lebih 500 tamu undangan. Acara tersebut dihadiri tentunya oleh Komisioner KPU Kota Kediri beserta sekretariat dan jajaran, ketiga pasangan calon dalam Pilwali 2018 beserta partai pengusung dana simpatisan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kediri, serta para stakeholder.

Agus Rofiq Ketua Komisioner KPU Kota Kediri membuka acara dengan memberikan sambutan. Agus Rofiq menyampaikan terimakasih terhadap para tamu undangan yang telah hadir. Agus Rofiq juga memberikan kesannya terhadap acara rapat pleno terbuka dalam rangka pengundian nomor urut pasangan calon dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018. “Selama 44 hari yang telah kita lalui, hari-hari itu lah semua energi tercurah untuk bisa menetapkan pasangan calon peserta dalam Pilwali 2018 dana sudah kita tetapkan pada tanggal 12 Februari 2018,”ujar Agus Rofiq. “Oleh karena itu, izinkan dengan mengucap “Bismillah” dan dengan rahmat Allah SWT rapat pleno terbuka dalam rangka pengundian nomor urut pasangan calon dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018 resmi dibuka untuk umum,”tandasnya seraya mengetuk palu sebagai tanda acara resmi dibuka dan disambut tepuk tangan meriah oleh tamu undangan. Acara dilanjutkan dengan penjelas teknis pengundian dan proses pengundian.

setelah serangkaian proses pengundian nomor urut pasangan calon dilakukan, berikut adalah foto hasil dari pengundian tersebut;

Pasangan Aizzudin dan Sudjono Teguh mendapat nomor urut 1. Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah mendapat nomor urut 2, sedangkan Samsul Ashar dan Teguh Juniadi mendapat nomor urut 3.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018, Aizzudin dan Sudjono Teguh.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018, Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018, Samsul Ashar dan Teguh Juniadi.
Pasangan Aizzudin dan Sudjono Teguh merayakan hasil pengundian nomor urut dengan memberikan yel-yel dengan tim kampanyenya.
Pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah merayakan hasil pengundian nomor urut dengan memberikan yel-yel dengan tim kampanyenya.
Pasangan Samsul Ashar dan Teguh Juniadi merayakan hasil pengundian nomor urut dengan memberikan yel-yel dengan tim kampanyenya.
Ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018 menerima SK penetapan nomor urut pasangan dan maskot Pilwali 2018 Kota Kediri.

Setelah proses rangkaian acara pengundian nomor urut pasangan, ketiga pasangan calon diberikan kesempatan menyampaikan orasinya dihadapan para tamu undangan sesuai dengan nomor urut pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, Aizzudin dan Sudjono menyampaikan orasinya. “Nomor 1 adalah nomor yang memang kami harapkan sebelumnya,”ujar Aizzudin. “Kurang lebihnya nomor 1 adalah melambangkan juaranya,”timpal Sudjono Teguh mengakhiri orasi.

Selanjutnya, Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah pasangan calon nomor urut 2 menyampaikan orasinya. “Nomor 2 itu melambangkan keseimbangan. Keseimbangan itu lah adalah jalan dalam membangun Kota Kediri seperti yang telah kami lakukan,”ujar Abdullah Abu Bakar. “Semoga nomor 2 mendapatkan berkah dari Allah SWT, maka dari itu pilih nomor 2,”tandasnya. Lilik Muhibah juga menyampaikan orasinya dengan memberikan pantun. “Kami tidak perlu ngomong banyak, seperti janji kampanye kami dulu sudah 90% terlaksana. Saya mau memberi pantun, Numpak becak ning pasar mrican, lak wes kroso penak, ayo dilanjutkan,”tandas Lilik Muhibah mengakhiri orasi.

Orasi terakhir, diberikan oleh pasangan urut nomor 3, Samsul Ashar dan Teguh Juniadi. “Nomor urut tiga bagi saya adalah sebuah rahasia besar,”ujar Samsul Ashar. “Maka saya hanya bisa memberika nama Metal sebagai simbol nomor urut kami dan artinya adalah “Menang Telak”,”tandasnya. “Saya memberikan himbauan kepada masyarakat untuk memilih kita, MERDEKA,”timpal Teguh Juniadi mengakhiri orasi. Acara selanjutnya adalah sesi foto bersama dan acara penutup.