Kediri – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Agus Rofiq hadiri acara Damar Jati Romo Witak Chondro Wijoyo di studio KSTV, Hayam Wuruk Trade Center No F 4 – 5 Kota Kediri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolresta Kediri Kota yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Sunardi, Dandim 0809/Kediri diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Jhony Murwantoto, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kediri Ir. R. Yoni Bambang Suryadi, Inspektorat Pemkot Kediri Makiali.

Acara Damar Jati Romo Witak Chondro Wijoyo  kali ini mengangkat tema “Endahing Karukunan (Indahnya Kerukunan) dalam rangka mewujudkan partisipasi terhadap pelaksanaan Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Kediri tahun 2018”.  Romo Witak Chondro Wijoyo, dan Renny Asmoro Wati selaku pembawa acara memberikan pertanyaan seputar Pilkada serentak 2018, khususnya Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri 2018.

Romo Witak Chondro Wijoyo bertanya kepada Kabag Ops Kompol Sunardi dan Kasdim Mayor Inf Jhony Murwantoto terkait dengan persiapan Pilwali 2018 serta bagaimana cara menjaga netralitas di kalangan TNI, apa saja yang telah dilakukan dan bagaimana cara Polres Kediri Kota untuk menjaga keamanan dan kenyamana masyarakat khusunya Kota Kediri. Kabag Ops Kompol Sunardi memberikan jawaban bahwa persiapan yang dilakukan banyak sekali, salah satu contohnya melaksanakan SISPAMKOTA (Sistem Pengamanan Kota) dengan skenario terburuk menghadapi kekacauan di lapangan dan melibatkan baik dari TNI, Linmas maupun masyarakat.

Terkait menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya Kota Kediri dalam masa-masa Pilkada adalah dengan meningkatkan kegiatan operasi polisi seperti operasi miras dan patroli tim anti bandit yang ditempatkan di titik2 rawan kejahatan, serta memaksimalkan Polsek-polsek ditempat ibadah, khusus pada masa kampanye Polres Kediri Kota meningkatkan patroli di kantor KPU, Panwaslu, dan kantor partai pengusung dan tempat tinggal pasangan calon.

Selanjutnya, Kasdim Mayor Inf Jhony Murwantoto juga memberikan jawabanya bahwa pihak TNI melaksanakan sosialisasi dan sudah siap apabila diperlukan oleh rekan Polri dalam pelaksanaan pengamanan Pemilukada. Kegiatan lainnya TNI juga memberikan jam komandan dan doktrin-doktrin dilapangan terhadap anggota yang bertugas sehingga mengantisipasi tindakan salah langkah. Terakit netralitas di kalangan TNI akan ada sanksi, baik sanksi hukuman atau administrasi. Bentuk hukuman bisa terancam masuk sel dan berkaitan dengan administrasi bisa dikenakan sampai dengan pencopotan.

Selanjutnya, Romo Witak Chondro Wijoyo mengajukan pertanyaan kepada Inspektorat Pemkot Kediri Makiali terkait kenetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penekanan yang dilakukan. Makiali mengatakan bahwa pemilih tentunya dari berbagai kalangan dan bagi ASN hal tersebut merupakan sebuah larangan untuk ASN mendukung salah satu calon kepala daerah. Tentunya jika larangan tersebut dilanggar akan ada sanksi sebagai penekanan untuk menjaga netralitas ASN. Sanksi sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah nomer 53 tahun 2010 dan dilanggar ada sanksinya seperti penundaan pangkat dan penurunan pangkat atau golongan, pembebasan dari jabatan dan sanksi lebih berat lagi adalah pemberhentian dengan tidak hormat.

Romo Witak Chondro Wijoyo menanyakan kepada Ketua Panwaslu Kota Kedir R. Yoni Bambang Suryadi terkait tentang mengahadapi netralitas ditubuh ASN seperti apa dan pengawasan terhadap politik uang, Panwaslu melibatkan siapa saja. Pak Yoni sapaan akrabnya langsung memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. “Seperti yang sudah disampaikan oleh narasumber yang lain dalam pelaksanaan Pilkada ini memang ASN tidak boleh mengikuti kegiatan Pilkada ini. Jadi untuk ASN ini sudah diatur dalam peraturan Nomor 5 tahun 2014 bahwa ASN tidak boleh terlibat dalam kegiatan Pilkada,”jelasnya. “Sedangkan untuk pengawasan terhap tindakan politik uang Panwaslu Kota Kediri melibatkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang telah kita lantik pada bulan Agustus 2018 yang lalu,”tandasnya.

Terakhir, Romo Witak Chondro Wijoyo mengajukan pertanyaan kepada Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq terkait tahapan Pilkada sejauh mana, serta bagaimana cara menjaga keseimbangan antara tugas di KPU dan Keluarga anda mengingat sangat sibuknya kegiatan di KPU. Agus Rofiq menyampaikan tahapan yang sudah dilakukan oleh KPU Kota Kediri. “KPU Kota Kediri sampai dengan hari ini sudah menyelesaikan tahapan penyelenggaraan dan saat ini sudah mulai tahap pelaksanaan. Untuk kota kediri saat ini ada 3 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri dengan nomor urut 1 Bapak H. Aizzuddin Abdurrahman dan Bapak Sujono Teguh Wijaya dan nomor urut 2 H. Abdullah Bakar Abdullah dan Hj. Lilik Muhibah kemudian nomor urut 3 dr. Samsul Ashar dan Teguh Juniadi
Kemudian dalam tahapan kampanye sudah dimulai dari tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018 yaitu selama 129 hari,”tutur Agus Rofiq. Kemudian, Agus Rofiq memberikan jawaban atas pertanyaan bagaimana cara menjaga keseimbangan keluarga dan tugas di KPU. “Memang tahapan Pilkada ini terus berjalan dan tidak boleh melampaui batas yg sudah ditentukan. Dan tentunya keluarga juga penting dan alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada kendala terhadap keluarga kami dalam melaksanakan tugas,”tandansya.

Kabag Ops Kompol Sunardi diakhir acara memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Kota Kediri. “Jadi himbauan kami bahwa keamanan itu semata mata bukan tugasnya polisi tapi juga seluruh masayarakat karena keamanan itu màhal harganya artinya apabila keamanan itu terganggu sangat sulit untuk mengembalikan keamanan masyarakat,”tandasnya.