Home / Berita Terkini / Eksistensi Partai Politik dalam Pemilu Legislatif Pasca Reformasi di Kota Kediri

Eksistensi Partai Politik dalam Pemilu Legislatif Pasca Reformasi di Kota Kediri

Eksistensi Partai Politik dalam Pemilu Legislatif Pasca Reformasi di Kota Kediri

Oleh : . Nurul Mamenun

 

Salah satu hasil reformasi yang terpenting adalah dibukanya kebebasan berpendapat dan berkumpul. Imbasnya adalah menjamurnya partai politik  Di era reformasi ini, partai-partai baru bermunculan dan dideklarasikan bahkan tampil dalam berbagai kesempatan untuk mempropagandakan ide-ide dan program-program mereka. Tercatat ratusan partai yang mendaftarkan diri ke kementerian hukum dan Ham. Pertanyaan mendasarnya adalah dapatkah partai-partai tersebut mempertahankan eksistensinya?, tidak hanya sekedar mampu mendirikan partai, tetapi tidak mampu eksis memperjuangakan ideologi serta platform partainya, yang ditandai dengan menempatkan para kadernya duduk di Dewan Perwakilan Rakyat baik ditingkat pusat, provinsi maupun Kabupaten atau kota.

Substansi sebuah partai politik adalah sebuah lembaga yang didirikan atas suatu kehendak. Kehendak yang dimaksud disini adalah sebuah konsep ideologis yang mendasari dibentuknya sebuah parpol.  Sehingga yang membedakan antara partai politik yang satu dengan partai politik yang lain adalah  konsep ideoligis atau platform partai. Masing-masing parpol memiliki konsep khas, yang berbeda dengan partai politik lainnya, mereka yang memiliki cara pandang yang sama, konsep ideologis yang sama, bergabung dalam satu partai politik tertentu. Tulisan ini, setidaknya akan membahas tentang eksistensi partai politik dalam pemilu pasca reformasi dengan lokus Kota Kediri, sebuah kota kecil yang memiliki kekhasan tersendiri, baik dari sisi social, budaya dan politik.

Penulis melihat, eksistensi partai dimaknai sebagai keberadaan sebuah partai politik untuk mengambil bagian dalam sistem politik karena kedudukan atau status yang dimilikinya. Sementara itu, keberadaan atau eksistensi partai politik dalam sistem politik, ditentukan oleh jumlah suara yang diperoleh pada setiap pemilihan umum, sehingga penulis menganggap untuk mengukur eksistensi partai politik adalah dengan melihat upaya dari partai politik dalam memperoleh suara pada setiap momen pemilihan umum. Perilaku memilih masyarakat merupakan faktor yang mempengaruhi eksistensi partai. Keikutsertaan masyarakat dalam pemilihan umum adalah sebuah keputusan bagi seseorang apakah akan menggunakan hak pilihnya atau tidak, dan akan memilih partai yang mana. Partai politik memperjuangkan untuk memperoleh suara seseorang dalam pemilu untuk memperoleh eksistensinya. Dari sudut pandang pilihan rasional pemilih, pertimbangan untung dan rugi, digunakan untuk membuat keputusan  tentang partai politik atau kandidat yang akan dipilih

Pasca tumbangnya rezim Suharto, setidaknya telah dilaksanakan 4 kali pemilihan umum, yaitu Pemilu tahun 1999, Pemilu tahun 2004, Pemilu tahun 2009, dan Pemilu tahun 2014. Fakta menunjukan bahwa pemilu tahun 1999 diikuti oleh 48 parpol. Sementara pada pemilu tahun 2004 partai politik peserta pemilu turun menjadi 24 partai politik. Pemilu tahun 2009 kembali naik menjadi 38 partai politik, dan pemilu tahun 2014 partai politik peserta pemilu kembali turun menjadi 12 partai politik.

Proses demokrasi lima tahunan di Kota Kediri sebagai pesta rakyat dilaksanakan dengan lancar dan aman. Lebih jelas, gambaran peserta pemilu berikut perolehan suara dan kursi partai politik peserta pemilu di Kota Kediri dapat dilihat dalam daftar di bawah ini yang akan penulis mulai dengan pemilu tahun 2004:

 

Perolehan Suara Partai Politik Peserta Pemilu 2004 Anggota DPRD Kota Kediri

No Partai Suara Prosentase Kursi
1 PNI MARHAENISME 1,637 1.11% 0
2 P. BURUH SOSIAL DEMOKRAT 477 0.32% 0
3 P. BULAN BINTANG 1,743 1.19% 0
4 P. MERDEKA 343 0.23% 0
5 P. PERSATUAN PEMBANGUNAN 3,607 2.45% 1
6 PPDK 386 0.26% 0
7 P. PERHIMPUNAN INDONESIA BARU 1,764 1.20% 0
8 PNBK 1,252 0.85% 0
9 P. DEMOKRAT 11,504 7.82% 3
10 PKP INDONESIA 2,327 1.58% 0
11 P. PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA 719 0.49% 0
12 P. P. NAHDLATUL UMMAH INDONESIA 419 0.28% 0
13 P. AMANAT NASIONAL 8,721 5.93% 3
14 P. KARYA PEDULI BANGSA 2,336 1.59% 0
15 P. KEBANGKITAN BANGSA 42,369 28.82% 9
16 P. KEADILAN SEJAHTERA 3,437 2.34% 1
17 P. BINTANG REFORMASI 1,965 1.34% 0
18 PDI PERJUANGAN 38,170 25.96% 8
19 P. DAMAI SEJAHTERA 3,714 2.53% 1
20 P.GOLONGAN KARYA 16,822 11.44% 4
21 P. PATRIOT PANCASILA 1,273 0.87% 0
22 P. SARIKAT INDONESIA 523 0.36% 0
23 P.PERSATUAN  DAERAH 53 0.04% 0
24 P.PELOPOR 1,457 0.99% 0
    147.018 100 % 30

Sumber : KPU Kota Kediri.

 

Memperhatikan data diatas, dalam pemilu tahun 2004, di Kota Kediri diikuti oleh 24 partai politik peserta pemilu. Dari 24 partai politik peserta pemilu, hanya 8 partai yang mampu menempatkan wakilnya di DPRD Kota Kediri.  Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) menjadi partai yang paling banyak menempatkan wakilnya di DPRD Kota Kediri dengan 9 kursi, diurutan kedua,  PDIP dengan 8 kursi, diurutan ketiga, partai Golkar mendapat 4 kursi, PAN dan Demokrat masing-masing mendapat 3 kursi, PKS, PPP dan PDS masing-masing mendapat 1 kursi. Dilihat dari keikutsertaan partai politik, terlihat ada beberapa partai politik peserta pemilu tahun 1999 yang tetap eksis dapat mengikuti pemilu tahun 2004, antara lain PDIP, PKB, PPP, PBB, GOLKAR, Partai keadilan yang menjadi PKS, PNI Marheins, dan selebihnya adalah partai baru yang muncul menjelang pemilu 2004. Partai-partai tersebut menunjukan jati dirinya sebagai partai yang selalu mendapat kepercayaan rakyat (eksis) mengikuti pemilu, untuk selanjutnya diuji pada pemilu-pemilu berikutnya. Untuk melihat apakah partai-partai peserta pemilu 2004 ini dapat eksis atau tidak di kota Kediri, tentunya dilihat dari keikutsertaannya di pemilu berikutnya yaitu pemilu 2009 berikut perolehan suara dan kursinya.

 

Berikut ini disajikan perolehan suara partai politik peserta pemilu tahun 2009 untuk anggota DPRD Kota Kediri :

 

Perolehan Suara Partai Politik Peserta Pemilu 2009 Anggota DPRD Kota Kediri

No Partai Suara Prosentase Kursi
1 PARTAI HATI NURANI RAKYAT 4,442 3.21 2
2 PARTAI KARYA PEDULI BANGSA 2,865 2.07 1
3 PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA 0 0.00  
4 PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL 590 0.43  
5 PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA 4,663 3.37 1
6 PARTAI BARISAN NASIONAL 296 0.21  
7 PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA 1,431 1.03  
8 PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 4,283 3.09 1
9 PARTAI AMANAT NASIONAL 19,376 14.00 4
10 PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU 218 0.16  
11 PARTAI KEDAULATAN 680 0.49  
12 PARTAI PERSATUAN DAERAH 464 0.34  
13 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 14,564 10.52 4
14 PARTAI PEMUDA INDONESIA 1,022 0.74  
15 PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME 807 0.58  
16 PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN 1,973 1.43  
17 PARTAI KARYA PERJUANGAN 0 0.00  
18 PARTAI MATAHARI BANGSA 73 0.05  
19 PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA 685 0.49  
20 PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN 952 0.69  
21 PARTAI REPUBLIK NUSANTARA (RepublikaN) 195 0.14  
22 PARTAI PELOPOR 438 0.32  
23 PARTAI GOLONGAN KARYA 11,412 8.24 3
24 PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 3,095 2.24  
25 PARTAI DAMAI SEJAHTERA 3,389 2.45 1
26 PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA 1,571 1.14  
27 PARTAI BULAN BINTANG 2,504 1.81 1
28 PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN 20,432 14.76 5
29 PARTAI BINTANG REFORMASI 791 0.57  
30 PARTAI PATRIOT 1,175 0.85  
31 PARTAI DEMOKRAT 16,287 11.77 3
32 PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA 319 0.23  
33 PARTAI INDONESIA SEJAHTERA 415 0.30  
34 PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA 13,869 10.02 3
41 PARTAI MERDEKA 334 0.24  
42 PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA 2,705 1.95 1
43 PARTAI SARIKAT INDONESIA 0 0.00  
44 PARTAI BURUH 99 0.07  
    138,414

 

100 30

 

Pada pemilihan umum tahun 2009, peserta pemilu dikota Kediri diikuti oleh 38 partai politik peserta pemilu. Nampak dalam tabel perolehan suara dan kursi di atas, terdapat partai politik peserta pemilu tahun 1999 dan peserta pemilu tahun 2004.  Partai-partai tersebut adalah PKPB, PKS, PAN, PPD (Partai Persatuan daerah), PKB, PNI Marheins, PPDI, Partai Pelopor, GOLKAR, PPP, PDS, PBB, PDIP, PBR, Partai Patriot, Partai Demokrat Partai Merdeka, PPNUI, Partai Serikat Indonesia, dan Partai Buruh.  Dalam table tersebut di atas juga menunjukan, bahwa dari 38 partai politik peserta pemilu tahun 2009 di Kota Kediri yang mampu mendudukan kadernya di Parlemen hanya 13 partai politik. Partai-partai tersebut adalah Hanura mendapat 2 kursi, PKPB, Gerindra, PKS, PDS, PBB dan PPNUI masing-masing 1 kursi, PAN dan PKB masing-masing 4 kursi, Golkar, Demokrat, dan PKNU masing-masing 3 kursi, sebagai partai yang paling banyak mendapat kursi dalam pemilu 2009 di Kota Kediri adalah PDIP dengan 5 kursi.

Dengan demikian semenjak pemilu tahun 1999 sampai dengan pemilu tahun 2009, partai politik yang relatif eksis di kota Kediri adalah PDIP,  PKB, PKS, GOLKAR, PAN, DEMOKRAT, dan PPP meskipun di pemilu tahun 2009 PPP tidak mendapat kursi sama sekali. Selebihnya partai baru seperti HANURA dan GERINDRA, menunjukan eksistensinya sejak pemilu tahun 2009. Untuk melihat apakah partai partai di pemilu 2009 juga tetap eksis pada pemilu 2014, berikut ini ditampilkan data perolehan suara dan kursi pemilu tahun 2014 di Kota Kediri.

Perolehan Suara Partai Politik Peserta Pemilu 2014 Anggota DPRD Kota Kediri

No Partai Suara Prosentase Kursi
1 PARTAI NASDEM 7,312 4.57% 1
2 PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 20,573 12.87% 4
3 PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 9,101 5.69% 3
4 PDI PERJUANGAN 25,535 15.97% 4
5 PARTAI GOLONGAN KARYA 14,624 9.15% 3
6 PARTAI GERINDRA 16,811 10.51% 3
7 PARTAI DEMOKRAT 12,854 8.04% 2
8 PARTAI AMANAT NASIONAL 28,797 18.01% 6
9 PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN 10,313 6.45% 2
10 PARTAI HATI NURANI RAKYAT 9,601 6.00% 2
11 PARTAI BULAN BINTANG 1,457 0.91%
12 PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA 2,929 1.83%
    159.907 100 30

Sumber : KPU Kota Kediri.

Pada pemilu tahun 2014, partai politik peserta pemilu di Kota Kediri diikuti oleh 12 partai poltik. Jika kita perhatikan data table di atas, terlihat, dari 12 partai politk peserta pemilu tahun 2014 di Kota Kediri, terdapat 7 partai yang relatif konsisten mengikuti hajat bangsa lima tahunan sejak pemilu tahun 1999 hingga pemilu tahun 2014 yaitu PKB, PKS, PDIP, GOLKAR, PAN, PPP dan PBB,  1 partai konsisten mengikuti pemilu sejak tahun 2004 yaitu Partai DEMOKRAT, 3 partai konsisten mengikuti pemilu sejak tahun 2009 yaitu HANURA, GERINDRA, dan PKPI, dan satu partai baru mulai mengikuti pemilu di tahun 2014 yaitu partai Nasdem.

Dalam pemilu tahun 2014 di Kota Kediri, Partai Amanat Nasional menjadi satu-satunya partai yang paling banyak menempatkan kadernya di DPRD Kota Kediri. Dengan perolehan suara 18,1 %, PAN menempatkan 6 kadernya di DPRD kota Kediri, disusul PKB dan PDIP masing-masing memperoleh 4 kursi, kemudian PKS, Gerindra dan Golkar masing-masing mendapat 3 kursi, Demokrat, PPP dan Hanura mendapat 2 kursi, sementara paratai baru Nasdem mendapat 1 kursi.

Untuk lebih memudahkan melihat hasil-hasil pemilu Legislatif di kota Kediri, berikut ini akan dipaparkan perolehan suara dan kursi partai politik peserta pemilu sejak pemilu tahun 2004 sampai dengan pemilu tahun 2014, berikut disertai sedikit analisa hasil pemilu terhadap partai partai yang dianggap penulis mampu eksis dalam setiap perhelatan pemilu di tingkat kota Kediri.

 

Perolehan Suara dan Kursi Parpol Peserta Pemilu di Kota Kediri

sejak Pemilu 2004-2014

PARTAI 2004 2009 2014
% Kursi % Kursi % Kursi
PDIP 25,96% 8 14,76% 5 15,97% 4
PPP 2,45 % 1 2,24% 6,45% 2
Golkar 11,44% 4 8,24% 3 9,15% 3
PKB 28,82 % 9 10,52 4 12,87% 4
PAN 5,93 3 14,00% 4 18,01% 6
P.Demokrat 7,82 3 11,77% 3 8,04% 2
P. Hanura 3,21% 2 6,00% 2
PBB 1,19% 1,81% 1 0.91%
PKS 2,34% 1 3,09% 1 5,69% 3
Gerindra 3,37% 1 10,51% 3
Nasdem 4,57% 1

 

Konsep kunci dalam kedua fenomena data tersebut adalah voter (pemilih dalam pemilu). Kategori pemilih dalam pemilu dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu pertama, . core base voter (CBV), Pemilih setia, kedua, 2. medial voter (MV), Pemilih mengambang dan ketiga, 3. peripheral base voters (PBV). pemilih setia tapi kritis.

CBV adalah suatu segment pemilih yang terbiasa dan normalnya selalu memilih para kandidat dari suatu partai tertentu, terkadang tidak peduli siapa kandidat yang partai itu tawarkan di setiap pemilu. Para CBV inilah yang sesungguhnya membuat suatu partai selalu memeroleh kursi di setiap pemilu. Kegagalan partai dalam memelihara CBV ini pula yang membuat suatu partai politik bangkrut suaranya. Sementara itu, MV adalah para pemilih yang menjadi subyek yang potensial untuk ditarik oleh kandidat suatu partai karena mereka sesungguhnya bukan CBVpartai manapun. Dan PBV adalah seperti CBV tetapi lebih kritis karena mereka sewaktu-waktu dapat berpindah pilihan ke partai lain apabila menurut mereka partai yang biasa mereka pilih melakukan suatu pengabaian.

Melihat katagori pemilih diatas, jika dikaitkan dengan fakta pemilu di kota Kediri maka PKB, PKS, PDIP, GOLKAR, PAN, PPP dan PBB,  1 partai konsisten mengikuti pemilu sejak tahun 2004 yaitu Partai DEMOKRAT, adalah partai partai yang memiliki katagori pemilih setia atau Core Base Voter. Pemilih partai partai ini cenderung setia kepada partai partai pilihannya.sementara katagori pemilih mengambang atau medial voter lebih kepada pemilih pemilih pemula yang akan menimbang nimbang partai mana yang akan dipilihnya dalam pemilu. Basis massa merupakan salah satu indikator eksistensi suatu partai, dimana loyalitas seorang konstituen pada sebuah partai ditentukan oleh identitas partai tersebut. Loyalitas massa pendukung partai akan berpengaruh terhadap perolehan suara sebuah partai politik dalam pemilu, bahkan partai akan melakukan segala upaya agar loyalitas konstituenya tetap terjamin termasuk menggunakan cara-cara yang dianggap sesuai dengan situasi dan kondisi.

Aktor sentral dalam partai politik merupakan indikator eksistensi sebuah partai politik. Aktor central dalam partai politik lebih penting bagi pemilih untuk menentukan partai apa yang dipilih ketimbang alasan-alasan lainnya seperti keyakinan agama, ideologi, etnis dan geografis. Dengan karakter pemilih Indonesia yang rata-rata masih menyandarkan diri pada ketokohan personal dalam preferensi pilihan politiknya, untuk kebutuhan merebut simpati rakyat, kharisma dan popularitas citra figur tokoh adalah kekuatan referen partai politik di Indonesia. PKB, PKS, PDIP, GOLKAR, PAN, PPP di Kota Kediri adalah partai politik yang memiliki tokoh tokoh penting dan banyak dikenal oleh masyarakat kota Kediri sehingga sangat berkolerasi dengan eksistensi parati. Dengan demikian eksistensi partai politik di Kota Kediri lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi pemilih yang lebih kepada Core Base voter serta dipengaruhi oleh aktor aktor sentral dalam partai politik.

 

 

 

 

 

Tentang admin

Lihat Juga

MINGGU KE-4 NOVEMBER 2018, KPU KOTA KEDIRI MENGADAKAN RAPAT PERENCANAAN RUTIN

Kediri – Tepat pukul  09.00 WIB, Ketua KPU Kota Kediri membuka Rapat Rutin Perencanaan Minggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *