Kediri – Komisi Pemiliham Umum (KPU) Kota Kediri melakukan talkshow di Radio Barometer Kediri, Jumat (11/5). Pusporini Endah Palupi selaku Komisioner KPU Kota Kediri menjadi pemateri dalam talkshow tersebut. Talkshow tersebut merupakan sosialisasi yang terus dilakukan oleh KPU Kota Kediri, mengingat Pilkada serentak 2018 tinggal hitungan hari.

Pusporini Endah Palupi memaparkan materi mengenai pemungutan dan penghitungan suara. Bu Puspo sapaan akrabnya sebelum masuk dalam materi inti ia menyampaikan pasangan calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018, pasangan nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan pasangan nomor urut 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Sedangkan untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018, pasangan nomor urut 1, Aizzudin-Sudjono Teguh Widajaja, pasangan nomor urut 2, Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibah, dan pasangan nomor urut 3, Samsul Ashar-Teguh Juniadi.

”Untuk surat suara Pilgub di halaman belakang itu warnanya coklat, sedangkan untuk surat suara Pilwali di halaman belakangnya warnanya adalah pink atau merah muda. Jadi nanti jangan sampai keliru saat memasukan surat suara, warna coklat untuk Pilgub dan warna merah muda untuk Pilwali,”jelas Bu Puspo terkait perbedaan surat suara nantinya.

Selanjutnya, Pusporini Endah Palupi menjelaskan mengenai pihak-pihak yang terkait pemungutan dan penghitungan suara. “Pertama adalah KPPS yang berjumlah 7 orang dan 1 orang sebagai ketua. Kambtibnas ada 2 orang yang ditempatkan di pintu masuk dan pintu keluar TPS. Kemudian, pengawas PPS atau PPL 1 orang, selanjutnys saksi untuk masing-masing pasangan calon sebanyak 1 sampai 2 orang. Selanjutnya ada pemilih dan pemantau. Pemantau disini harus terakreditasi terlebih dahulu yang dikeluarkan oleh KPU RI, atau KPU Provinsi, atau KPU kab/kota,”tutur Pusporini Endah Palupi.

Terakhir, Pusporini Endah Palupi menjelaskan terkait penghitungan suara. Penghitungan suara dilakukan pada pukul 13.00 atau setelah pemungutan suara sudah selesai. “Jadi seandainya pemungutan suara selesai pukul 11.00, namun tetap penghitungan suara minimal dilakukan pada pukul 13.00,”jelasnya. Kota Kediri sendiri melakukan dua pemiliha, yaitu Pilgub dan Pilwali, untuk penghitungan suara dilakukan penghitungan suara Pilgub dan jika sudah selesai dilanjutkan dengan penghitungan suara Pilwali.

Terakit penghitungan suara, maka hal tersebut tidak lepas mengenai surat suara yang dianggap sah. Bu Puspo menyampaikan bahwa ada kriteria surat suara dianggap sah, yaitu ditanda tangani oleh Ketua KPPS ; diberi tanda coblos pada nomor urut, foto atau nama salah satu paslon dalam surat suara ; tanda coblos pada satu kolom paslon yang memuat nomor urut atau nama paslon atau foto paslon dinyatakan sah ; dan dalam hal terdapat tanda coblos pada satu kolom paslon yang tembus secara garis lurus sehingga terdapat dua atau lebih hasil pencoblosan yang simetris dari lipatan surat suara, dan tidak mengenai kolom paslon lain dinyatakan sah.