Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menggelar Rapat koordinasi terkait dengan persiapan debat publik Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018 putaran kedua pada tanggal 23 Juni 2018. Acara Rakor bertemapat Rumah Pintar Pemilu “Kilisuci” di Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 32 Kediri, Jumat (18/5) malam dan dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Kediri beserta sekretariat, Panwaslu Kota Kediri, ketua atau perwakilan tim kampanye pasangan calon, perwakilan TNI dan Polri, dan Dhoho TV selaku media yang akan menanyangkan langsung debat publik Pilwali 2018 putaran kedua.

Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq menjelaskan bahwa pada dasarnya mekanisme debat publik putaran kedua nantinya tidak banyak yang berbeda dari debat publik sebelumnya, namun ada beberapa perubahan yang dilakukan. “KPU Kota Kediri akan menempatkan perwakilan paslon dan Panwas di studio mini untuk memantau pengambilan gambar, dan KPU Kota Kediri akan menempatkan perwakilan untuk mrngikuti gladi bersih sebelum acara,”jelas Agus Rofiq.

Selanjutnya, Agus Rofiq menjelaskan terkait metode debat publik putaran kedua juga tidak jauh berbeda dengan metode debat publik sebelumnya. Ia mengatakan bahwa pada debat publik putaran kedua nanti akan ada pembawa acara dan moderator yang memiliki tugas yang berbeda. “Moderator bertugas untuk memandu jalannya debat publik, sedangkan pembawa acara bertugas untuk memandu jalannya acara pada saat jeda debat, seperti memimpin yel-yel simpatisan paslon yang menyaksikan langsung di lokasi debat,”terang Agus Rofiq.

Terakhir, Agus Rofiq menjelaskan tata tertib untuk debat publik putaran kedua nantinya. Ia menjelaskan bahwa tata tertib tidak akan banyak berubah, namun ada beberapa penyempurnaa terkait dengan tata tertib.”Simpatisan paslon hadir 30 menit sebelum acara siaran langsung dimulai. Tim kampanye beserta simpatisan dibatasi 50 orang untuk masuk ke dalam gedung (in door) dan tidak ada simpatisan yang berada di luar gedung (out door),”jelas Agus Rofiq. Selanjutnya acara diisi dengan penyampaian pendapat dari masing-masing tim kampanye paslon.