Kediri, kpu-kedirikota.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri melaksanakan Rapar koordinasi (Rakor) persiapan pelayanan pemungutan suara untuk calon pemilih yang berada di rumah sakit. Acara bertempat di Rumah Pintar Pemilu “Kilisuci” di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 32 Kediri, Kamis (21/6) dan dihadiri oleh Komisioner KPU Kota Kediri beserta sekretariat, Ketua atau perwakilan Panwaslu Kota Kediri, perwakilan Polres Kediri Kota, dan perwakilan dari rumah sakit yang berada di Kota Kediri.

Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis, Pusporini Endah Palupi mengatakan bahwa perlu disamapikan kepada keluarga pasien apabila pasien masih rawat inap sampai dengan tanggal 27 Juni 2018 diharapkan keluarga pasien bisa mengurus A5 (pindah memilih) agar keluarga pasien tetap bisa menggunakan hak pilihnya. “Apabila hal tersebut tidak dimungkinkan untuk keluarga mengurus A5 pasien, maka akan difasilitasi oleh KPU Kota Kediri untuk menerbitkan A5,”terangnya.

“KPU Kota Kediri tidak akan memfasilitasi A5 tenaga medis, karyawan, atau kelurga pasien. Jadi yang akan difasilitasi adalah pasien yang rawat inap saja,”jelas Pusporini Endah Palupi.

Sebagai tindak lanjut atas hal tersebut, besok KPU Kota Kediri lewat PPK dan PPS akan langsung berkomunikasi dengan pimpinan rumah sakit untuk melakukaan pendataan pasien yang diperkirakan masih rawat inap sampai tanggal 27 Juni 2018.”Karena untuk TPS mobile akan melayani pemilih yang memilik A5 saja. Penggunaan KTP-el atau pemilih tambahan disini harus disesuaikan dengan identitas yang ada di KTP-el,”ujar Pusporini Endah Palupi.

Selanjutnya, Pusporini menyamapaikan bahwa KPU Kota Kediri memberikan pelayanan dalam hal ini TPS yang terdekat dengan rumah sakit, rutan, maupun puskesmas adalah TPS yang terdekat dengan lokasi pelayanan. “Jadi nanti kita akan memperhitungkan kira-kira melibatkan berapa TPS agar bisa memenuhi pemilih yang berada di rumah sakit,”terangnya.

Pusporini menjelaskan bahwa pelayanan rumah sakit dimulai pukul 12.00 sampai dengan 13.00.”Dengan perhitungan waktu hanya satu jam, misalnya RS. Bhayangkara dengan pasien yang rata-rata tiap harinya 100 pasien berarti KPU Kota Kediri nanti akan menata TPS mana saja yang masuk di RS. Bhayangkara, walaupun lokasi agak jauh dari RS. Bhayangkara.”jelasnya. Pusporini menambahkan bahwa hal tersebut dilakukan agar pemilih yang sudah terdaftar bisa terpenuhi semua hak pilihnya.