Kediri, kpu-kedirikota.go.id – Debat Publik Terbuka calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri tahun 2018 putaran kedua sukses dilaksanakan, Jumat (22/6) bertempat di Hall IKCC Insumo Palace Hotel And Resort. Acara Debat Publik putaran kedua tersebut disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal, Dhoho TV.

Sekitar pukul 19.00 tim kampanye dan pendukung ketiga paslon, tamu undangan, dan awak media mulai berdatangan di lokasi. Mereka diperiksa dengan ketat oleh aparat kepolisian beserta sekretariat KPU Kota Kediri untuk memastikan mereka mengenakan atau membawa undangan yang berbentuk gelang.

Debat Publik terbuka Pilwali Kota Kediri tahun 2018 putaran kedua kali ini tim kampanye dan pendukung paslon dibatasi maksimal 50 orang sehingga keadaan di lokasi tidak seriuh Debat Publik sebelumnya. Diberlakukannya aturan baru tersebut juga membuat kondisi di lokasi menjadi lebih tertib dan teratur.

Foto : Dok. KPU Kota Kediri. Paslon Pilwali 2018 menyanyikan lagu kebangsaan “Padamu Negeri”.

Acara Debat Publik terbuka Pilwali Kota Kediri tahun 2018 putaran dipandu oleh Duwi Wahyudi sebagai moderator dan Agung Permadi sebagai pembawa acara. Duwi Wahyuni bertugas memandu jalannya debat, sedangkan Agung Permadi bertugas memandu jalannya acara, seperti memimpin tim kampanye ketiga paslon untuk menyanyikan yel-yel.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofiq. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa KPU Kota Kediri melaksanakan Debat Publik terbuka Pilwali tahun 2018 dalam rangka memberikan kesempatan kepada seluruh pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi, dan program-programnya.

“Debat Publik kali ini mengusung tema yaitu, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan Kota Kediri, provinsi, dan nasional, memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kebangsaan. Serta tema tambahan yaitu, komitmen para pasangan calon terhadap pemberantasan korupsi, narkoba, dan program kependudukan Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga. Tema tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) KPU RI No. 252 Tahun 2018,”jelas Pria yang akrab disapa Gus Rofiq tersebut.

Terakhir, Agus Rofiq berharap dengan program debat publik terbuka, bisa dimanfaatkan oleh para pasangan calon sebagai salah satu upaya untuk semakin menyakinkan kepada para pemilih. “Semakin membuktikan bahwa mereka memang layak untuk dipilih,”ujarnya.

“Selain itu, debat publik terbuka ini bisa dimanfaatkan oleh pemilih sebagai berbagai macam pertimbangan untuk mengenal tentang siapa dan bagaimana sosok dan figur paslon yang akan dipilih. Sehingga, pada Rabu, 27 Juni 2018 nanti pemilih akan semakin mantap lagi untuk menentukan pilihannya,”tandas Agus Rofiq.

Debat Publik Pilwali 2018 putaran kedua berjalan semakin menarik dari sebelumnya, mengingat debat kali ini adalah debat terakhir sebelum pemilih menentukan pilihannya pada Rabu, 27 Juni 2018. Sebanyak empat segmen atau babak ketiga paslon sangat semangat dalam menyampaikan visi, misi, dan program kerja masing-masing serta sangat tangkas menjawab pertanyaan yang sudah disediakan oleh panelis.

Foto : Dok. KPU Kota Kediri. Pasangan calon saling berjabat tangan setelah selesainya Debat Publik Putaran kedua Pilwali 2018.

Tepat pukul 22.30 acara Debat Publik terbuka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota berakhir, tim kampanye beserta pasangan calon meninggalkan lokasi acara dengan aman, dan tertib. Keamanan dan ketertiban pada saat berlangsung dan selesainya prosesi debat bisa terlaksana berkat pengamanan yang luar biasa yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri.