Bangkok-Dalam muhibah Studi Kepemiluan 5-8 Desember 2018, Mahasiswa Tata Kelola Pemilu Universitas Airlangga bersama sejumlah dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Airlangga mengunjungi The Election Commision of Thailand (ECT) di Kota Bangkok Thailand setelah sempat sebelumnya berkunjung ke Natinal Institute of Development Administration (NIDA). Pada kesempatar tersebut, sebanyak 4 Dosen, dan 12 Mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa Program Tata Kelola Pemimlu, Analis Politik, Magister Politik dan Pemerintahan Lokal, serta mahasiswa S1 disambut dengan baik oleh The Election Commision of Thailand.

Pada 6 Desember, delegasi dari Universitas Airlangga tersebut diajak untuk mengunjungi Demokratik Education Center (DEC), yang berada di komplek gedung Pemerintah Thailand. DEC memiiki fasilitas audio dan visual yang cukup mdern. ECT mengenalkan sejumlah fasilitas yang dimiliki mulai dari tempat ruang pertemuan, diorama yang berisi pengetahuan dasar tentang demokrasi, logo partai politik di Thailand, mini theater 3D untuk melihat perjalanan demokrasi di Thailand, ruang simulasi pemungutan suara, hingga mini parlemen. Saat kunjungan tersebut, berbarengan dengan kunjungan sejumlah siswa dari sekolah SMP di Bangkok, yang belajar tentang demokrasi.

Selain itu, pihak ECT juga memaparkan tentang Pemutakhiran Pemilih di Thailand. “Pemilu di Thailand yang rencananya akan dihelat pada Februari 2019 nanti, menjadi pekerjaan yang ada di depan mata, walau pemilu belum ditetapkan kapan tanggal pastinya oleh pemerintah” ujar Direktur DEC. Dalam pelaksanaaan pemilu di Thailand, pendaftaraan pemilih akan dilaksanakan mulai tanggal pemilu diumumkan dan akan diselesaikan pada 25 hari sebelum pemilu digelar.

Setelah kunjungan pada 6 Desember, kemudian delegasi diberikan kesempatan presentasi pada 7 Desember 2018 yang dilakukan oleh Dr. Kris Nugroho, M.A. yang menjadi Koordinator delegasi kunjungan. Dr. Kris Nugroho menyampaikan di hadaapan pegawai ECT tentang sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia dan persipan pemilu 2019. “Pemilu di Indonesia sebagai negara demokratis, menggelar pemilu secara periodik setiap lima tahun sekali. Di setiap pemilu, akan melibatkan petugas yang sangat banyak, yang mencapai 5,5 juta orang di setiap TPS, dan petugas tersebut, akan bekerja dalam pemungutan dan penghitungan suara yang bisa sampai dini hari” ungkapnya. Mendengar ini, para pegawai ECT cukup tercengang, dengan pelaksanaan pemilu di Indonesia, karena penghitungan suara di TPS harus diselesaikan, bahkan sampai dini hari.

Pihak ECT menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh delegasi dari Universitas Airlangga, dan berharap akan terjalin kerjasama yang baik di masa dean. (SUB)