Pasca KPU RI menetapkan Daftar Pemilih Tetap hasil perbaikan kedua sejumlah 192 juta yang mana di Kota Kediri sendiri DPTHP-2 sejumlah 201.850 serta telah terpenuhinya logistik pemilu 2019 yang proses pengadaannya dilaksanakan oleh KPU Kota Kediri, sudah menanti tahapan baru yang akan melibatkan banyak pihak, yaitu rekruitmen badan adhock KPPS.
Walaupun dalam tahapannya masih lama yaitu 28 Februari sampai dengan 27 Maret 2019.

KPPS sebagai perangkat paling bawah dari penyelenggara Pemilu 2019 mempunyai beban kerja yang luar biasa berat, KPPS harus mengawal proses pemungutan suara dengan lima pemilu serta melaksanakan penghitungan suara pada hari yang sama dengan pemungutan suara, untuk itu diperlukan Sumber daya yang mumpuni untuk menjalankan tugas sebagai KPPS, hal ini disampaikan oleh Rohani, komisioner KPU Jawa timur divisi SDM dan Litbang pada Rapat Penyusunan laporan evaluasi pembentukan badan adhoc yang dilaksanakan di Mojokerto 17-18 Desember 2018.

Senada dengan yang disampaikan rohani, Komisioner KPU Kota Kediri divisi SDM Dan Partisipasi Masyarakat Wahyudi juga menyampaikan bahwa untuk proses rekruitmen KPPS, KPU Kota Kediri berharap Masyarakat Kota Kediri dapat berperan aktif dan bersedia menjadi KPPS terutama mereka yang benar-benar kompeten dan memenuhi syarat menjadi KPPS.

Pelaksanaan pemilu 2019 ini dipastikan akan banyak masyarakat yang terlibat selain hanya menjadi pemilih, peserta pemilu akan melaksanakan rekruitmen saksi, pemantau pemilu melaksanakan rekruitmen relawan pemantau, Bawaslu melaksanakan rekruitmen pengawas TPS, serta KPU yang melaksanakan rekruitmen KPPS. Dengan jumlah TPS 947 di Kota Kediri maka dibutuhkan 6.629 petugas KPPS ditambah linmas sejumlah 1.894(MW).