Home / Berita Terkini / SALAM SAMBUT DAN PISAH

SALAM SAMBUT DAN PISAH

Senin (17/06/2019) Sekitar Pukul 14:00 WIB Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Periode 2014-2019 menggelar perpisahan di Aula RPP Kilisuci, Dari lima komisioner, hanya 3 yang melepas jabatannya, Yaitu Agus Rofiq,Ibu Anis Iva Permatasari,dan Bpk Nurul Mamnun.

Sedangkan Ibu Pusporini Endah Palupi dan Moch. Wahyudi di beri amanat kembali untuk menjadi komisioner 2019-2024.

Ketua KPU Kota Kediri Periode 2014-2019 Agus Rofiq menberikan ucapan selamat atas terpelihnya komisioner KPU Kota Kediri periode 2019-2024. “Kami memohon maaf kepada semua elemen yang telah membantu kami apa bila kami saat menjalankan tugas banyak melakukan kesalahan entah yang di sengaja maupun tidak di sengaja. Selanjutnya kami sangat berterima kasih kepada sekertaris,kasubag,staf, atas semua dukungan yang di berikan kepada kami sehingga bisa menjalankan tugas sesuai aturan yang telah di tentukan,” tambah beliau.

Sementara Ibu Pusprini (Ketua KPU Kota Kediri) dalam sambutanya berharap agar tetap terjalin silaturrahim ,”walaupun Gus Rofiq,bu iva,pak mamnun sudah tidak di KPU ,saya harapkan agar kedepannya tali persaudaraan tetap terjaga dengan baik.”.

Di akhir acara,Bpk Suroto selaku Sekertaris KPU Kota Kediri membagikan kenang-kenangan kepada Mantan komisioner KPU Kota Kediri.

PROFIL DAN KARIR AGUS ROFIQ SELAMA MENJABAT DI KPU KOTA KEDIRI

Drs. H. Agus Rofiq atau biasa di Panggil dengan sebutan Gus Rofiq merupakan pengasuh pondok pesantren Al Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri,mulai berkarir di KPU Kota Kediri  pada tahun 2003 hingga 2019,sementara perjalanan beliau tidak semulus apa yang di bayangkan,karena bilau merupakan sosok yang di besarkan dari pondok pesantren,sehingga awal ketika beliau menjabat sebagai komisioner KPU Kota Kediri di ragukan, “cah pondok ki opo iso ngurusi pemilu?engkok nek ngadepi partai piye ? ( Anak pondok emang bisa menjalankan pemilu ?bagaimana nanti kalau menghadapi partai.? ). Ketika beliau di ragukan,beliau tidak patah semangat,namun malah sebaliknya,ucapan yang biasa di lontarkan beliau jadikan motivasi dan semangat untuk membuktikan bahwasanya seseorang yang notabene santri juga mampu mengemban amanah sebagai komisioner.

Terbukti dengan berjalannya waktu beliau mampu mengemban amanah sebagai komisioner KPU Kota Kediri selama 3 Periode. “Saya menjadi komisioner KPU Kota Kediri di mulai pada tahun 2003-2009,seharusnya jabatan sebagai komisioner habis pada 2008,namun masa jabatannya di tambah1thn karena bersamaan dengan di selenggarakannya Pilwali Dan Pilgub.” Ujar beliau

Beliau juga menjelaskan bukan hanya Kediri saja yang di perjang jabatannya bahkan seluruh KPU Jawa Timur. Agus rofiq memaparkan kenapa biliau bisa menjabat selama 3 periode,dalam penjelasanya beliau mengatakan dulu belum ada ketentuan undang-undang adanya pembatasan masa jabatan. “sehingga selesai saya menjabat di tahun 2009-2014,saya kembali mengikuti seleksi yang ketiga kalinya 2014-2019 dan Alhamdulillah selama saya menjabat sebagai komisioner saya bisa menyelenggarakan pemilu sebanyak 17 kali.”

Selama 16 tahun menjabat,menurut beliau kesan paling diingat saat beliau menjabat pada waktu pilkada 2008,beliau menjelaskan pilkada 2008 peserta pemilu perseorangan,berjumlah 9 pasangan calon. “lima dari padangan calon diusung dari partai,sedangkan yang 4 diusung perseorangan.

Dulu regulasi kita yang menentukan mulai dari 0 hingga 100,kalau pilkada berikutnya Regulasinya sudah di tetapkan oleh KPU RI.”

Sementara Moch. Wahyudi, S.E, MM Divisi SDM dan Partisipasi masyarakat mengatakan,Agus Rofiq merupakan sosok Tegas,Kalem,dan juga selalu megutamakan aturan dalam mengambil kebijakan,selain itu Gus Rofiq dalam proses pengambilan keputusan di semua tahapan kegiatan yang dilaksakan KPU Kota Kediri beliau selalu menjaga kolektif kolegial atau kebersamaan.

Wahyudi juga mengatakan,pengalaman bersama beliau selama 5 tahun kemarin (2014-2019) paling berkesan adalah “Gus Rofiq adalah seorang santri,orang pondokan,maka semua tahapan yang di lakukan pasti mengedapnkan doa.”.

Wahyudi juga menambahkan,di KPU Provinsi Beliau di kenal sebagi divisi Doa,karena paling sering di mintai Doa pada saat rakor-rakor di KPU Provinsi

Tentang admin

Lihat Juga

Kupas Tupoksi Divisi Sosdiklih Parmas Sdm dan litbang, KPU Kota Kediri Bedah PKPU 8 Tahun 2019

Hari ini Rabu (06/11) KPU Kota Kediri laksanakan bedah Peraturan KPU No 08 Tahun 2019 …