KEDIRI – Ratusan orang warga kota kediri, Sabtu (27/7)  berkumpul hanyut dalam kekhitmatan ikuti prosesi Manusuk Sima bertempat di  Tirtoyoso Kuwak Kediri.
Prosesi dimalai jam 09.00 – 11.00  diikuti warga kota, budayawan,  seniman, Forkopimda serta pimpinan OPD, dan para pelajar ini,  merupakan bagian rangkaian penting dalam memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke 1140 tahun 2019.
Prosesi Manusuk Sima ini ibarat napak tilas pada lahirnya kota kediri penuh sejarah ini. Prosesi ini diawali dengan pengambilan air purwitasari di tiga sumber mata air oleh duta saraya yang diiringi putri-putri cantik, air  digunakan untuk menjamas (memandikan) Prasasti Kwak yang terbuat dari perunggu.
Setelah proses inti Manusuk Sima  ini, kemudian dibacakan naskah prasasti  yang menggambarkan awal mula atau cikal bakal Kediri. Menambah suasana klasik, prosesi manusuk sima itu diiringi dengan tarian-tarian yang kental dengan tradisi di Kediri.

Prosesi Manusuk Sima akan tetap dilestarikan  dengan tetap menjaga kebudayaan-kebudayaan luhur di tengah keberagaman,  modernisasi, dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu kita sebagai warga kota kediri harus tetap bisa mempertahankan budaya Kediri yang adi luhung ini, dan bisa jadi inspirasi dan kebanggan warga Kota Kediri yang namanya besar ini. Terlebih untuk kemajuan kota ini, dengan Merajut Harmoni, Jota Kediri The Service City” ungkapnya Wali Kota Kediri.

Diacara prosesi ini KPU Kota Kediri  juga tidak ketinggalan ikut berperan dan nyengkuyung hajat Pemkot kediri. Begitu juga di  rangkaian agenda kegiatan lain yang digelar Pemkot,  KPU Kota Kediri juga hadir berpatisipasi.

Selanjutnya  di kirap prasasti kwak ini akan diarak oleh para seniman, budayawan, Forkopimda, satker, para pelajar, masyarakat ke Balai Kota Kediri saat ivent Night Carnival besuk tanggal 24 Agustus 2019.

(Srt)