KPU RI menyelenggarakan rapat koordinasi evaluasi data pemilih pemilu 2019 di Bali pada tanggal 16 s.d 18 Oktober 2019 dengan mengundang seluruh operator Sidalih Provinsi dan Kab/Kota Se-Indonesia.
Para undangan disuguhi dengan penampilan tari sekar jagat sebagai pembuka acara dan juga tari cilinaya yang menggambarkan keberagaman adat dan budaya bali.
Sambutan pertama oleh Kepala Biro Perencanaan dan Data selaku ketua panitia, menegaskan bahwa Sidalih akan terus kita pergunakan terutama yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020. Pembahasan tentang evaluasi DPK, evaluasi sidalih dan permasalahnnya, evaluasi cyber hygiene juga menjadi pembahasan dalam kegiatan ini. Saya berharap seluruh peserta bisa memberikan masukan secara aktif untuk perbaikan dan penyempurnaan sidalih kedepannya .

Viryan Azis menyampaikan bahwa “Pemutakhiran data pemilih merupakan darah pemilu, mudah-mudahan hal-hal yang kurang baik menjadi pembelajaran kita semua lanjutnya”. DPT pemilu tahun ini jauh lebih baik dari pemilu sebelumnya, dibalik keberhasilan ini kita tidak boleh lengah, tetap harus bekerja lebih baik lagi, menyongsong pemilu 2024 penerapaan teknologi informasi semakin signifikan. Yang masih menjadi pembahasan, agenda kedepan dari tim datin saat ini bahwa coklit selain offline door to door tetapi juga online, diharapkan pemilih bisa tercoklit tanpa harus bertemu dengan petugas coklit.
Peresmian acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Viryan azis sebanyak tiga kali didampingi 9 provinsi yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020.