Surabaya: KPU dan Bawaslu sangat membutuhkan peran media dalam publikasi Pemilu dan Pemilihan. Hal ini disampaikan oleh Komisioner divisi SDM dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskhoro dalam Rapat Evaluasi Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran dan Iklam Kampanye Pemilu 2019 (senin, 9/12)

Gogot BC menjelaskan bahwa dibutuhkan sinergi antara penyelenggara pemilu dan media dalam rangka untuk membagun hubungan saling menguntungkan antara penyelenggara pemilu dan media, memelihara komunikasi yang harmonis antara lembaga penyelenggara pemilu dengan publiknya, melayani kepentingan publik dengan baik terkait informasi kepemiluan serta memelihara perilaku dan moralitas lembaga dengan baik.

Ditambahkan oleh Gogot CB memang ada perbedaan antara kepentingan Penyelenggara Pemilu dengan Media terkait publikasi, KPU sebagai penyelenggara pemilu melaksanakan publikasi guna membangun Citra Diri dengan publisitas positif, supertatif, promosi dan pengenalan serta publikasi berita positif. Sedangkan media publikasi dalam rangka memberitakan. Press Media biasanya berhubungaan dengan rumor dan isu, news value, sensasi serta berita negatif.

Saat season tanya jawab, perwakilan media dari magetan menyampaikan bahwa ternyata masyarakat sudah mulai bisa memilah berita, tidak setiap berita negatif disukai oleh pembaca. Dicontohkan olehnya, Berita tentang kreasi TPS ternyata lebih menarik daripada berita negatif tentang pelaksanaan pemungutan suara.

KPU Kota Kediri dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Moch. Wahyudi komisioner KPU Kota Kediri divisi SDM, Partisipasi Masyarakat dan Pendidikan pemilih. Yud.