Pasca berakhirnya tahapan pemilu 2019 bukan berarti selesai sudah tugas KPU menjalankan tahapan pemilu, pengarsipan, dokumentasi hasil pemilu, sosialisasi hasil pemilu serta pendidikan pemilih merupakan pekerjaan yang harus dilaksanakan, hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Kediri divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, SDM dan Litbang Moch. Wahyudi saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor KPU Kota Kediri (senin, 20/1)

Disampaikan juga oleh wahyudi bahwa image masyarakat kepada KPU yang menganggap KPU tidak bekerja pasca selesainya tahapan pemilu harus diluruskan “Masyarakat menganggap kalau tidak ada tahapan pemilu maka KPU nganggur, image itu harus kita luruskan dengan mensosialisasikan program dan kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kota Kediri. Untuk memunculkan program dan kegiatan tersebut butuh kreatifitas dan kepekaan kita (warga KPU) terhadap lingkungan, baik lingkungan internal maupun eksternal” tutur wahyudi.

Dicontohkan oleh Wahyudi, subbag teknis bisa membuat biografi calon anggota DPRD Kota Kediri terpilih pada pemilu 2019, subbag umum bisa melakukan penataan ruangan dan lingkungan, subbag data dan informasi bisa membuat infografis pemilu misal mulai 2004 – 2019 yang masih belum ada atau kreatifitas-kreatifitas lain yang bermanfaat bagi masyarakat terutama terkait pembelajaran demokrasi dan kepemiluan. Selain itu juga bisa dilakukan kajian-kajian dan penelitian terhadap proses dan tahapan pemilu yang telah dilakukan sehingga kajiandan penelitian tersebut dapat bermanfaat guna melaksanakan tahapan pemilu dimasa yang akan datang.

Wahyudi juga mencontohkan Seperti yang telah dilakukan oleh subbag hukum KPU Kota Kediri, pasca mereka melakukan penataan arsip, berikutnya mendigitalisasi arsip yang ada dan mengunggahnya di laman KPU Kota Kediri melalui JDIH, sehingga masyarakat dapat mengakses produk hukum KPU Kota Kediri. Hal ini merupakan wujud kreatifitas dari subbag hukum KPU Kota Kediri. yud