KPU Kota Kediri– Penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan membuat beberapa instansi memberlakukan work from home pegawainya. Begitu pula KPU Kota Kediri mulai hari ini (26/3) sampai tgl 31 Maret 2020 berlakukan sistem Work From Home secara bergilir bagi Pelaksana serta tenaga non PNS. Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Edaran KPU RI nomor 4 Tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan Penularan Infeksi Corona Virus Discase (COVID-19) di lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh dan Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota serta Hasil Kesepakatan Rapat Pleno KPU Kota Kediri pada hari selasa (24/3) yang lalu.


Pelaksana yang mendapatkan jadwal WFH di hari pertama mengaku tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas dari rumah. Seperti contohnya Soekamto staf subbag Teknis yang mendapatkan tugas dari Kasubbag Teknis Arif Suryawan untuk mendokumentasikan dan mengarsip dalam bentuk kliping pemberitaan terkait kepemiluan Pemilihan pada bulan Maret. Bukan hanya Soekamto, Dwijo Subroto yang merupakan staf subbag Program data yang mendapatkan tugas untuk review, cetak dan menggandakan dokumen Perjanjian Kinerja.


Lain dengan Soekamto dan Dwijo Suboto, perempuan yang sehari hari bertugas di bagian keuangan, Ida Herlina sibuk menyusun rekap laporan keuangan bulan maret ketika dikenakan WFH. “ Ya lumayan WFH ini ada senang dan susahnya, senangnya karena tidak keluar kemana mana jadi tidak perlu khawatir sama penyebaran virus corona, susahnya kalau ada beberapa dokumen yang masih ketinggalan di kantor jadi rekapnya tidak bisa langsung selesai, karena kalau keuangan banyak dokumennya.” tutur Ida Herlina.


Sekretaris KPU Kota Kediri Suroto, berharap dengan adanya WFH secara bergilir ini dapat mengurangi kekhawatiran pegawai pelaksana akan penyebaran virus corona. Meskipun bekerja dari rumah, Suroto yakin mereka mampu mengerjakan tugas yang diberikan seperti halnya ketika bekerja di kantor. nhi