KPU Kota Kediri– Ditengah pandemi COVID-19 dan himbauan pemerintah untuk Stay at Home, Mahasiwa Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri Hesti Kusumawardhani dan Merdiko Nur Utomo menyempatkan diri mendatangi Rumah Pintar Pemilu “KILISUCI” KPU Kota Kediri Hari ini Kamis (30/4) untuk mengumpulkan data guna menyusun proposal penelitian tentang peran disabilitas dalam pemilu 2019.

Diterima langsung oleh Komisioner KPU Kota Kediri divisi SDM parmas Wahyudi di Rumah Pintar Pemilu Kilisuci, Hesti Kusumawardhani mengaku sempat ragu untuk datang ke KPU kota Kediri sebab dalm kondisi pandemi Covid-19. “Sempat ragu mau datang ke KPU Kota Kediri, tapi ternyata KPU Kota Kediri sangat responsive dan terbuka kepada mahasiswa seperti saya yang ingin mengumpulkan data sebagai bahan penyusunan skripsi,” jelasnya.

Wahyudi menjelaskan bahwasannya permintaan data terkait kepemiluan sebenarnya masyarakat tidak harus datang ke kantor KPU tetapi bisa bersurat atau melalui email. “Kita (KPU Kota Kediri) punya layanan Pejabat pengelola Informasi dan Dokumentasi. Masyarakat dapat mengajukan permohonan data baik langsung datang ke KPU, atau bersurat manual atau elektronik. Senyampang dat tersebut bukan data yang dikategorikan dikecualikan, kami akan memberikan data tersebut, terutama untuk kepentingan penelitian” kata Wahyudi.

Selain memberikan data yang dibutuhkan terkait tingkat partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilu 2019, Wahyudi juga mengajak mereka mengelilingi Rumah Pintar pemilu “Kilisuci” KPU Kota Kediri dan menjelaskan konten-konten yang ada di dalamnya. “Selan berisi papan infografis kepemiluan, disini (RPP Kilisuci) juga ada buku-buku tentang kepemiluan dan demokrasi yang bisa digunakan untuk tambahan tinjuan teori dalam pemelitian yang dilakukan” ungkap wahyudi.

Sebelum meninggalkan Kantor KPU Kota Kediri, Hesti mengucapkan terimakasih atas penjelasan yang telah disampaikan dan kedepan akan datang lagi ke RPP Kilisuci untuk menggali data yang dibutuhkan dan menambah literasi untuk penelitiannya. yud