Verifikasi faktual dilakukan untuk membuktikan dukungan terhadap bakal pasangan calon perseorangan. Berdasarkan Keputusan KPU No 82 tahun 2020, prosedur pembuktian bersifat sensus, yang artinya satu persatu pendukung harus didatangi dan dilakukan verifikasi dukungan.”

Nia Sari, Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan

KPU Kota Kediri– Sebanyak 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur mengadakan Pemilihan serentak 2020, dan pemungutan suara dilakukan tanggal 9 Desember 2020. Dari 19 Kabupaten/Kota tersebut ada 6 kabupaten/kota memiliki calon perseorangan, diantaranya Kabupaten Lamongan, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya. Salah satu serangkaian tahapan dalam Pemilihan Serentak 2020 yang memiliki calon persorangan adalah verifikasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) di tingkat desa/kelurahan. Berdasarkan Peraturan KPU No 5 tahun 2020 verifikasi dukungan dilakukan oleh PPS selama 14 hari pada tanggal 24 Juni – 12 Juli 2020.

Verifikasi faktual dilakukan untuk membuktikan dukungan terhadap bakal pasangan calon perseorangan. Berdasarkan Keputusan KPU No 82 tahun 2020, prosedur pembuktian bersifat sensus, yang artinya satu persatu pendukung harus didatangi dan dilakukan verifikasi dukungan. Verifikasi yang dimaksud adalah kecocokan kebenaran nama, alamat pendukung dan dukungannya kepada Bakal Pasangan Calon Perseorangan dengan disertai dokumen identitas kependudukan asli.  Tentunya dalam kondisi pemilihan seperti ini, proses verifikasi dilaksanakan dengan berpedoman pada protokol kesehatan penanganan covid 19.  Selainnya itu, wajib mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan penyelenggara, peserta, pemilih dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan.

Dalam Keputusan KPU No 82 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penyerahan Dukungan dan Verifikasi Dukungan Pasangan Calon Perseorangan,  sebelum melakukan verifikasi faktual,  PPS harus sehat dan sudah melakukan rapid test. Selainnya itu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) beserta  kelengkapannya. APD yang dimaksud adalah masker, pelindung wajah dan sarung tangan plastik. Sedangkan perlengkapan lainnya adalah hand sanitizer, tissue dan spray disinfektan. Pada saat melakukan verifikasi PPS juga mewajibkan pendukung yang akan ditemui menggunakan masker.

Jika saat proses verifikasi  pendukung  tidak bisa ditemui dikarenakan sedang diluar kota, sakit atau sedang melaksanakan isolasi, maka ada dua pilihan dalam melakukan verifikasi faktual. Pilihan pertama adalah tim bakal pasangan calon mengumpulkan pendukung kemudian akan didatangi dan dilakukan verifikasi oleh PPS. Pilihan kedua dengan menggunakan teknologi informasi, dan melakukan panggilan video (video call) yang memungkinkan PPS dan pendukung untuk saling bertatap muka, melihat, dan berbicara langsung sebagaimana verifikasi faktual.

Keseluruhan proses verifikasi faktual dilakukan oleh KPU kabupaten/kota berkoordinasi  dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Dan, hasil verifikasi yang dilakukan oleh PPS ditingkat desa/kelurahan akan dilakukan pleno  rekapitulasi jumlah dukungan oleh  PPK ditingkat kecamatan dan KPU kabupaten/kota  ditingkat kabupaten/kota. Proses verifikasi dilakukan untuk kepastian dukungan terhadap bakal pasangan calon pendaftar perseorangan untuk bisa ditetapkan oleh KPU kabupaten / kota sebagai bakal pasangan calon yang Memenuhi Syarat (MS) ataukah TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Harapannya, Pemilihan Serentak 2020 sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusional warga untuk memilih dan dipilih dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan.