KPU Kota Kediri – Bagi penyelenggara pemilu di Kota Kediri mulai Komisioner periode awal sampai saat ini, penyelenggara pemilu ditingkat adhoc serta beberapa pengurus partai politik mungkin tidak asing lagi dengan nama SUKAMTO yang biasa dipanggil mbah Kamto. Beliau adalah salah satu staf sekretariat KPU Kota Kediri mulai tahun 2004. Hari ini, Selasa (30/6) beliau mengakhiri karirnya sebagai pegawai negeri sipil. Karena lamanya di KPU kota Kediri, teman-teman sering memplesetkan istilah-istilah kepemiluan dihubungkan dengan Sukamto. PPS yang harusnya Panitia Pemungutan Suara diplesetkan menjadi Pak Puh Sukamto atau KPPS yang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di plesetkan menjadi Keponakan Pak Puh Sukamto dan beberapa istilah lainnya. Bila diistilahkan dalam sepakbola, sepak terjang Sukamto bisa dikatakan sebagai gelandang pengangkut air, bekerja keras untuk KPU Kota Kediri guna mendukung teman-teman sekretariat KPU Kota Kediri lainnya.

Berikut wawancara singkat redaksi website KPU Kota Kediri dengan Sukamto (mbah Kamto)
Redaksi : Mbah, mulai kapan menjadi Pegawai Negeri Sipil
Sukamto : Kulo dados PNS mulai tahun bulan Februari 1982, rien penugasan pertama dateng dinas penerangan. SK PNS Kulo engkang nandatangani pak Menteri Harmoko
Redaksi : Trus kok Pindah ke KPU, ceritanya gimana?
Sukamto : Nggeh Niku, pas dinas penerangan di tutup, kulo dipindah dateng Pemkot bagian INKOPARTA (informasi Komunikasi dan Pariwisata). Mboten dangu dateng INKOPARTA, kulo ditimbali pak Rahmat Hari Basuki engkang sakmeniko sekretaris DPRD Kota Kediri, sanjang bilih mbetahaken tenaga. Akhiripun kulo dibeto dateng KPU Kota Kediri Tahun 2004 ngantos sakniki.
Redaksi : Awal bertugas di KPU Kota Kediri, dibagian apa?
Sukamto : Rien nggeh niku bagian angkat berat, hehehe (sambil ketawa). Pokok ditugasi nopo-nopo mawon kulo lampahi. Engkang mesti nggeh tugas kulo pas niku naturaken surat, bantu logistik pas wonten pemilu. Jaman rien surat suarane sae, kandel kertase sae sanget. Benten kaleh sakniki.
Redaksi : Yang membuat Mbah kamto betah dan senang di KPU Kota Kediri apa mbah ?
Sukamto : Seduoyo remen, ngelampahi tugas dateng KPU Kota Kediri, rencang-rencang sedoyo sae kaleh kulo. Seng penting ngelampahi tugas kanti ikhlas, mboten iren-irenan mesti remen anggene nyambut gawe.
Redaksi : Setelah purna, kesibukan e nopo mbah ?
Sukamto : Niki sampun milai nambah kesibukan nggarap saben (Sawah) teng sebelah griyo, mugi-mugi diparingi lancer dados petani. Ditambah kegiatan rutin ngantar anak sekolah kaleh bojo nyambut gawe.

Redaksi : Pesan-pesan e jenengan kagem teman-teman yang masih menjalankan tugas di KPU Kota Kediri nopo mbah?
Sukamto : Kulo sekeluarga matur agunging panuwun nggeh punopo takseh diparingi nderek mukti ngawibowo dateng kantor KPU Kota Kediri ngantos sakniki. Selajengipun menawi wonten tingkah laku kulo engkang tutur kata kulo engkang mboten sekeco dateng manah, kulo nyuwun agunging samudro pangaksami. Dongo dinongo mawon. Mugi-mugi sedoyo engkang bertugas dateng KPU Kota Kediri saget purna tugas kados kulo. Amiin amiin amiin.

Semoga selalu diberi Kesehatan dan kelancaran dalam beraktivitas mbah Kamto. Kami keluarga jenengan, dipastikan kami akan kangen dengan pitutur dan guyonan-guyonan jenengan, terutama kopi bubuk yang tiap bulan dibawa untuk teman-teman kantor. Silahkan mampir mbah, kalau ada waktu sengggang.
Salam redaksi website KPU Kota Kediri.