KPU Kota Kediri – Kurang dari sepekan pasca rapat koordinasi dengan KPU Kota Kediri terkait rencana komparasi data pemilih berkelanjutan tahun 2020, Bawaslu Kota Kediri mengirim surat rekomendasi terkait nama-nama yang direkomendasikan untuk dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dari Daftar Pemilih Kota Kediri dikarenakan nama-nama tersebut sudah meninggal dunia.

Surat dengan nomor: 007/K.JI-32/PM.00.02/VII2020 dan tertanggal 08 Juli 2020 itu menyatakan bahwa atas dasar UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilhan Umum pasal 104 huruf e, SE KPU No 942/P.L.02.1-SD/01/KPU/VI/2019 tentang Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan, Surat Bawaslu Prov. Jatim No 0300/K.JI/PM.00.01/VII/2019 tentang Pengawasan Pemutahiran Data Pemilih Secara Berkelanjutan dan serta hasil penelitian internal Bawaslu Kota Kediri, Bawaslu Kota Kediri menyampaikan rekomendasi 3 nama Pemilih di Kota Kediri untuk di hapus/dinyatakan TMS dari Daftar Pemilih di Kota Kediri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Senin 06 Juli 2020, Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur menyambangi KPU Kota Kediri dalam rangka komparasi data pemilih berkelanjutan tahun 2020. Dimana dalam pangantarnya Mansur menyatakan keinginannya agar dilakukan komparasi data pemilih hasil pemutahiran yang dilakukan oleh kedua instansi (KPU & Bawaslu) penyelenggara Pemilu ini agar data yang didapat akurat dan akuntable.

Menanggapi surat Bawaslu nomor: 007/K.JI-32/PM.00.02/VII2020 tersebut, Ketua KPU Kota Kediri, Pusporini langsung melakukan disposisi kepada Anissa Dyah Kusuma selaku Kasubag Perencanaan, Data dan Informasi untuk segera manjalankan rekomendasi Bawaslu agar data pemilih di Kota Kediri bisa terjamin keabsahan dan akurasinya melalui proses updating data secara gradual dan terus menerus.

Ditambahkan oleh Anissa, terkait pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di KPU Kota Kediri dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya menerima masukan dari masyarakat baik langsung maupun mobile online seperti email KPU, website KPU serta koordinasi dengan pihak lain terutama dinas kependudukan Kota Kediri. “Kami Juga berharap kepada seluruh masyarakat Kota Kediri untuk berkenan memberikan masukan terkait dengan sirkulasi penduduk seperti warga yang meninggal dunia, pindah domisili atau perubahan status dari TNI/POLRI menjadi masyarakat sipil. Data Tersebut akan Kita Analisa dan disandingkan dengan data dari dinas kependudukan untuk selanjutkan digunakan untuk memperbaiki data pemilih di Kota Kediri” tutur Anissa.  Nasr