KPU Kota Kediri –Mengusung tema Kota Kediri pasca pemberhentian tetap Wakil Walikota, KPU Kota Kediri menggelar Webinar hari ini (Rabu, 16/9) melalui aplikasi zoom. Sebagai Narasumber webinar ini Anggota DPRD Komisi C (Ashari, SE), Ketua PCNU Kota Kediri (H.Abu Bakar), Ketua PD. Muhammadiyah Kota Kediri (Prof. Fauzan) dan Ketua FKUB (Mustain Abbas).Hadir juga peserta dari berbagai unsur baik partai politik, pengusaha, media dan tokoh masyarakat webinar berlangsung hangat dan seru.

Memaparkan kondisi terakhir proses penggantian Wakil Walikota Kediri di DPRD saat ini, Ashari Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri sekaligus sebagai ketua Pansus Penggantian Wakil Walikota Kediri menjelaskan bahwa saat ini DPRD sedang dalam proses penyusunan Tata Tertib penggantian wakil walikota. “dalam proses penyusunan tatib penggantian wakil walikota ini, kami pansus sudah melakukan studi banding ke Kulon Progo dan Kab. Klaten, dimana disana juga terjadi penggantian wakil walikota. Kita pelajari proses yang terjadi disana yang kemudian bisa diterapkan di Kota Kediri. Akan tetapi proses ini juga tidak lepas dari Partai Pengusung yaitu PAN dan Nasdem. Begitu Tata Tertib telah disahkan dan kemudian partai pengusung telah mempunyai calon yang diusulkan, maka proses penggantian ini akan dapat dilaksanakan dengan cepat, “ papar Ashari.

KPU Kota Kediri yang diwakili oleh Nia Sari (komisioner divisi teknis penyelenggaraan) menyampaikan bahwasannya dari persepektif aturan perundang-undangan, proses pergantian pimpinan daerah karena berhalangan tetap berada di ranah DPRD sehingga KPU tidak berperan dalam proses tersebut. “UU Pilkada, UU MD3 dan peraturan pemerintah yang lain mengatur bahwa pengisian jabatan kosong kepala daerah merupakan ranah DPRD” kata Niasari.
Selain DPRD dan KPU Kota Kediri, menjadi narasumber juga Ketua PD. Muhammadiyah (prof Fauzan), Ketua FKUB (Mustain Abbas), Ketua PCNU (H. Abu Bakar). Secara garis besar terdapat persamaan keinginan dari tokoh masyarakat Kota Kediri, bahwa mendorong DPRD untuk segera menetapkan wakil walikota pengganti. Seperti yang disampaikan oleh Mustain Abbas, “ Kota Kediri ini butuh segera dengan kehadiran wakil walikota sebagai mitra dari walikota. Dari unsur apapun itu asalkan memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki kompetensi yang jelas, cerdas secara intelektual, sosial, spiritual serta profesional. Harus bisa bekerjasama dengan walikota tentunya.”

Terkait sosok pengganti Alm. Hj. Lilik Muhibbah untuk mendampingi walikota kediri, pengamat sosial Dr. Suko Susilo yang sempat berpendapat saat webinar berlangsung berharap nantinya sosok wakil walikota kediri adalah yang dapat bekerjasama dengan walikota dan mengimbangi kinerja dari walikota. ‘Ibarat berlari, walikota dan wakil walikota harus sama cepat, sehingga bisa saling mengisi” kata suko susilo

KPU Kota Kediri dengan webinar ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat kota kediri terkait proses pengisian jabatan kosong wakil walikota kediri periode 2019-2024. Hal ini juga termasuk tugas dari KPU Kota Kediri untuk memberikan Pendidikan pemilih bagi warga Kota Kediri sehingga partisipasi masyarakat para pemilu kedepan bisa ditingkatkan. Ars