KPU Kota Kediri – Kegiatan KPU Goes To Campus masih berlanjut, hari ini Kamis (22 Oktober 2020) melalui zoom meeting KPU Kota Kediri mengadakan sosialisasi pendidikan pemilih pemula kepada mahasiswa Universitas Islam Kadiri Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi. Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 90 an dan dimoderatori oleh Dosen UNISKA Alfa Ni’am, kegiatan ini berlangsung cukup meriah.

KPU Goes to campus Uniska ini dibuka oleh Ketua KPU Pusporini Endah Palupi dan Dekan Fakultas Ekonomi Uniska Sri Luayyi. Dalam sambutan pembukaan, keduanya memiliki kesamaan pendapat bahwa Mahasiswa sebagai pemilih yang tergolong dalam kategori pemilih pemula wajib mendapatkan pengetahuan yang cukup dan benar mengenai pemilu, agar tidak mudah termakan isu berita hoaks yang beredar luas.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Nasrudin (Komisioner KPU Kota Kediri divisi Perencanaan data dan Informasi) dan Miladiah Kusumaningati (Dosen Fak. Ekonomi UNISKA). Materi pertama disampaikan Nasrudin mengenai sejarah pemilu di Indonesia dan hasil hasil pemilu yang diselenggarakan oleh KPU Kota Kediri selama ini. “ KPU Kota Kediri dalam melaksanakan pemilu tentu saja tidak bisa sendirian, makanya ketika memasuki tahapan pemilu, KPU Kota Kediri akan merekrut badan adhoc di tingkat kecamatan, kelurahan dan tps. Supaya pemilu dapat berjalan dengan lancar dan baik sampai pada level terkecil yaitu tps,” terang Nasrudin. “Selain dukungan dari badan adhoc, pemilu bisa terselenggara dengan baik dan dinyatakan berhasil apabila mendapatkan partisipasi dari masyarakat cukup tinggi,” tandasnya kemudian.

Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Maulida Kusumaningati mengenai pentingnya Laporan Dana Kampanye sebagai wujud akuntabilitas peserta pemilu. Baik partai politik ataupun calon kepala daerah wajib melaporkan dana kampanye yang digunakan secara transparan. “Mengapa hal tersebut penting dilakukan adalah untuk menciptakan sebuah sistem yang jujur, dimana partai politik ataupan calon dapat berpartisipasi dan berperilaku secara transparan dan akuntabel terhadap masyarakat. Mahasiswa fakultas Ekonomi yang mungkin saja nanti ada yang berprofesi sebagai akuntan publik, wajib tahu mengenai dana kampanye ini, Saya harap nanti mahasiswa ini mampu menjadi pemilih yang rasional, cerdas untuk memilih pemimpin bangsa melalui pemilu yang jujur. “ jelas Maulida.

Webinar yang berlangsung lebih dari 2 jam ini ditutup dengan statement dari moderator bahwa Pilihlah dengan cara yang cerdas dan benar guna mewujudkan Indonesia yang maju. nhi